Kasus DBD Semakin Gawat, Kakak Beradik Ini Dirawat Sekamar
Saudara kandung itu terbaring satu kamar di ruang perawatan Lily Rumah Sakit Umum Daerah Penajam Paser Utara. DBD merupakan penyakit serius di Kaltim.
Penulis: tribunkaltim |
Laporan wartawan Tribun Kaltim, Samir, Rafan A Dwinanto, Anjas Pratama, dan Jino Prayudi Kartono
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Abdul Haris (7) dan Abdul Akil (12) adalah kakak-beradik yang terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Saudara kandung itu terbaring satu kamar di ruang perawatan Lily Rumah Sakit Umum Daerah Penajam Paser Utara. DBD merupakan penyakit serius di Kaltim.
Awalnya, Akil mulai dirawat di rumah sakit pada, Jumat (1/1/2016) lalu. Namun hanya tiga hari kemudian, Haris, adiknya, ikut dirawat karena penyakit DBD.
Bahkan sampai Selasa (5/1/2016) kemarin keduanya masih harus menjalani perawatan. Keduanya diinfus. Sementara, Kholis Hidayati, ibu mereka, setia menemani kedua anaknya. Pasien ini merupakan warga RT 09, Desa Sebakung Taka, Kabupaten Paser namun memilih untuk dirawat di RSUD PPU.
Hidayati menuturkan, pada awalnya, Akil mengalami panas yang cukup tinggi. Namun karena khawatir, akhirnya merujuk anak pertamanya di RSUD PPU. Tiga hari kemudian, anak keduanya, Haris yang turut dirawat karena menderita panas tinggi.
Baca: Tiga Anak Pejabat Juga Terserang DBD
"Waktu mengantar kakaknya memang badan Haris juga panas. Tapi karena semakin tinggi akhirnya juga ikut dirawat. Kata dokter keduanya menderita DBD," ujarnya.
Bukan hanya kedua anak Hidayati yang harus dirawat karena DBD, namun juga anak Jadi Sutomo, Nur Rahmawati (13). Warga Sangatta ini datang ke Desa Girimukti hanya untuk berlibur.
"Setelah tiga hari tinggal di rumah neneknya badannya panas dan setelah diperiksa ternyata DBD. Tapi hari ini sudah diperbolehkan untuk pulang," ucapnya.
Kabid Pelayanan Medis, RSUD PPU, Lukasiwan menjelaskan, sejak Januari ini sudah ada lima pasien yang dirawat karena menderita penyakit DBD.
Namun tiga pasien sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya yang sudah mulai membaik. Ia mengatakan, Desember lalu ada 9 pasien yang dirawat termasuk satu pasien yang harus dirawat di rumah sakit di Balikpapan.Kepala Seksi Penanggulangan Penyakit (Kasi P2) Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU, dr Eka Wardhana mengungkapkan, sejak tahun 2015 lalu jumlah penderita DBD mencapai 183 kasus.
Baca: Jangan Tunggu Lama, Demam 2 Hari Segera Bawa ke Puskesmas
Namun ia mengungkapkan, tahun lalu tidak ada korban meninggal karena penyakit ini. Untuk jumlah kasus terbanyak di Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku dengan 42 kasus, kemudian disusul Petung dengan 31 penderita serta Penajam dengan 25 kasus DBD.
"Daerah yang terbanyak itu merupakan wilayah yang sangat rawan DBD. Kami akan berupaya agar tahun ini jumlah penderita bisa menurun," harapnya.