Warga Kaltara yang Jadi Kurir Sabu di Kalsel Diduga Anggota Jaringan Malaysia

Petugas awalnya menangkap Srh (67) yang membawa sabu-sabu di dalam tas dan menumpang bus dari Samarinda, Kalimantan Timur.

Warga Kaltara yang Jadi Kurir Sabu di Kalsel Diduga Anggota Jaringan Malaysia
banjarmasinpost.co.id/rahmadhani
Kepala BNNP Kalsel, Kombes Pol Arnowo, didampingi Kabid Pemberantasan BNNP Kalsel, AKBP Sujono, saat konferensi pers di Kantor BNNP Kalsel, Rabu (6/1/2016) siang. 

BANJARMASIN, TRIBUNKALTIM.CO - Dua orang yang ditangkap BNN Provinsi Kalsel Imn (49) dan Srh (67) diduga terkait dengan jaringan pengedar narkotika khususnya sabu dari negara tetangga Malaysia.

Dari tangan keduanya, petugas BNNP Kalsel mendapati 2,26 kilogram sabu. Petugas awalnya menangkap Srh (67) yang membawa sabu-sabu di dalam tas dan menumpang bus dari Samarinda, Kalimantan Timur.

Kepala BNNP Kalsel, Kombes Pol Arnowo, mengatakan diduga kuat sabu tersebut disuplai dari Malaysia melalui jalur darat. "Lewat Tarakan, Kalimantan Utara melalui jalur darat. Baru disebar, termasuk yang ini, diduga mau disebar ke Kalsel," katanya.

BACA JUGA: Lima Pria dan Seorang Ibu Rumah Tangga Digerebek Kemas Sabu

Indikasi lain muncul, dimana sabu sendiri didatangkan dari negara Nigeria, Afrika. "Sumbernya diduga dari Nigeria, masuk melalui Malaysia baru dimasukkan lagi ke Indonesia lewat perbatasan," katanya.

Dua orang yang ditangkap ini sendiri, kata Arnowo hanyalah sebagai kurir. Uang Rp 5 juta juga diamankan dari tubuh Srh yang membawa sabu tersebut dari Samarinda.

"Upahnya Rp 50 juta sekali antar. Uang Rp 5 juta ini hanya uang muka saja. Sisa uang akan diterima setelah sabu sampai tempat tujuan, jelas Srh, warga Tarakan, Kalimantan Utara ini pada petugas.

(banjarmasinpost.co.id/rahmadhani)

Sementara satu orang lain yang ditangkap, Imn adalah warga Banjarmasin. Dia betugas menerima barang di Banjarmasin. "Dia menunggu di Lianganggang, Landasan Ulin Banjarbaru. Dia rencananya yang mengambil barang tersebut," jelas Kepala BNN Kalsel Kombes Pol Arnowo.

Imn bukan orang asing di dunia peredaran sabu. Data BNNP Kalsel, pria yang mengaku sebagai tukang ojek ini baru empat bulan keluar dari Lapas Teluk Dalam Banjarmasin, juga dalam kasus peredaran sabu dengan vonis dua tahun penjara.

Halaman
12
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved