Beli Premium di Bontang, Antre Tiga Jam hanya Dapat 12 Liter
Waktu yang dihabiskan untuk mendapat premium di SPBU bisa berjam-jam. Kami antre sampai tiga jam dan itu paling dapat 12 liter.
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Usai pemerintah mengumumkan harga BBM turun, antrean panjang kendaraan pun terlihat di SPBU di Kota Bontang hingga Kamis (7/1). Bahkan kemarin, terjadi kelangkaan BBM sehingga sejumlah penjual premium eceran mengurangi takaran BBM yang mereka jual.
Opsi mengurangi takaran ini dipilih ketimbang menaikkan harga eceren BBM, bersamaan dengan kebijakan pemerintah pusat menurunkan harga BBM. "Kan premium lagi sulit. Susah ngantre- nya, jadi terpaksa takaran kami kurangi sedikit," ungkap Poniman, salah satu penjual premium eceran di Jl HM Ardans, Kelurahan Satimpo, Bontang Barat, Kamis (7/1/2016).
Menurut Poniman, biasanya setiap terjadi kelangkaan BBM. Seluruh pengecer di Bontang kompak menaikkan harga kisaran Rp 500 sampai Rp 1000 per liter. Namun, mengingat harga BBM sudah diturunkan oleh pemerintah pusat, maka dianggap tidak elok jika harga eceran justru mengalami kenaikan. "Tadinya sih kami mau naikkan harga. Tapi kan lucu masa' harga eceran naik sementara harga di SPBU turun," pria paruh baya ini sembari tersenyum.
Ia menjelaskan, hingga kini harga premium eceran di Bontang tetap dipatok Rp 9.000 per liter. Harga ini, kata Poniman kemungkinan akan turun setelah antrean kendaraan di SPBU kembali normal.
Senada, Rani, pengecer premium yang berjualan di jalan HM Ardans juga mengatakan tidak menurunkan harga jual premium ecerannya. Alasannya, sama waktu yang dihabiskan untuk mendapat premium di SPBU bisa berjam-jam. "Kami antre sampai tiga jam dan itu paling dapat 12 liter. Jadi imbalannya takaran kami kurangi daripada harga dinaikkan," ujarnya.
Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Bontang, sejak Senin (4/1) terus berlanjut. Pantauan Tribun, hingga Kamis (7/1) sore kemarin, terlihat deretan panjang kendaraan di 4 SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) yang beroperasi di Kota Taman.
Di SPBU Koperasi Karyawan Pupuk Kaltim (PKT) yang ada di KM 6, Bhayangkara, puluhan pengendara bahkan rela mengantre meski stock BBM jenis premium dan pertamax dan pertalite sedang kosong. Ahmad dan puluhan pengendara lainnya rela menunggu kedatangan truk tangki BBM dari depot Pertamina di Samarinda, lantaran semua SPBU di Bontang mengalami kelangkaan. "Kalau tidak ngantre sekarang bisa-bisa tidak kebagian," ujar Ahmad, sopir angkutan yang turut dalam antrean, kendati pihak pengelola SPBU sudah memasang tulisan premium, pertamax dan pertalite dalam proses pengiriman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/masih-antre-di-bontang_20160108_143849.jpg)