Rendah Kesadaran Masyarakat Membayar Premi, BPJS Kesehatan Defisit Rp 8 Miliar
Penurunan defisit anggaran tersebut tidak lepas dari kesadaran masyarakat dalam membayar premi setiap bulannya.
Penulis: tribunkaltim |
Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Fachri
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - BPJS Kesehatan Kota Balikpapan mengalami defisit anggaran senilai 8 miliar di tahun 2015.
Hal tersebut disebabkan tak seimbangnya pemasukan dan pengeluaran.
"Klaim tinggi, sementara premi iuran yang masuk tak sanggup menutupinya," kata Kepala BPJS Kesehatan, Dody Pamungkas.
BACA JUGA: Berobat ke Rumah Sakit Pakai KIS Ditolak, Ibu Ini pun Minta Bantuan ke Kelurahan
Namun, pihaknya menyatakan bahwa defisit anggaran BPJS menurun setiap tahunnya.
Pada tahun 2014 defisit mencapai angka Rp 12 miliar. Artinya berdasarkan data pada akhir Desember 2015 terjadi pengurangan Rp 4 miliar.
(Baca juga: Belum Punya IMB? Urus Segera Mumpung Pemerintah Luncurkan Program Pemutihan)
"Sebenarnya defisit bukan soal, itu urusan pemerintah. Hal itu tidak mempengaruhi pelayanan kepada masyarakat," ujarnya kepda www.TribunKaltim.co.
Penurunan defisit anggaran tersebut tidak lepas dari kesadaran masyarakat dalam membayar premi setiap bulannya.
Plus strategi BPJS Balikpapan dalam memperluas akses pembayaran BPJS.
"Kita buka outlet BPJS di Kantor Pos, mengingatkan warga dengan program SMS BLAST. Sehingga kesadaran warga pun meningkat," kata Dody. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/bpjs-kesehatan_20150527_135700.jpg)
