LGBT Termasuk Kategori Makar Terhadap Konstitusi Negara

"Tidak ada agama yang melegalkan hubungan sesama jenis karena jelas kerusakannya. Demikian pula dengan hukum positif juga melarangnya," kata Jazuli.

LGBT Termasuk Kategori Makar Terhadap Konstitusi Negara
NET
Ilustrasi homoseksual 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Isu hangat terkait Lesbi, Gay, Biseksual, Transeksua (LGBT) menjadi pro kontra publik akhir-akhir ini. Hal ini juga sampai menjadi perbincangan serius di gedung anggota DPR RI

Dilansir Tribunnews.com, Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini, angkat bicara mengenai hal ini. "Sebagai pribadi dan wakil rakyat yang peduli terhadap masa depan bangsa ini saya prihatin dengan maraknya kampanye LGBT akhir-akhir ini," kata Jazuli melalui keterangannya, Jumat (29/1/2016).

Menurut Anggota Komisi III DPR ini, LGBT yang salah satunya berupa hubungan sesama jenis, jelas melanggar norma agama dan hukum positif. Dua hukum ini, menurut Jazuli, adalah pegangan dalam hidup bernegara di Indonesia.

baca juga:

Presiden Ini Siap Lamar Obama yang Legalkan Kawin Sejenis

"Bisa saja negara lain, seperti di Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa melegalkan, tapi identitas dan karakter negara kita beda. Dasar negara kita Pancasila dan negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa," ujarnya.

baca juga:

Enam Peserta Pawai Gay Ditikam Residivis

Meski Indonesia bukan negara agama, tapi nilai ajaran agama dijunjung tinggi, bahkan mendasari kehidupan berbangsa dan bernegara, makanya lahir sila pertama Pancasila tersebut. Sehingga, jelas Indonesia bukan negara liberal.

"Tidak ada agama yang melegalkan hubungan sesama jenis karena jelas kerusakannya. Demikian pula dengan hukum positif juga melarangnya," kata Jazuli.

Merujuk UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Pasal 1 menyatakan bahwa, "Perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa," katanya.

KUHP Pasal 292 juga menyatakan larangan tersebut: "Orang yang cukup umur, yang melakukan perbuatan cabul dengan orang lain sama kelamin, yang diketahui atau sepatutnya harus diduga, bahwa belum cukup umur, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun."

"Jadi ditinjau dari hukum agama maupun hukum negara hubungan sesama jenis (LGBT) tidak dibenarkan. Perilaku mereka melanggar agama (yang berarti dosa) dan melanggar hukum negara (yang berarti tindakan melawan hukum dan konstitusi)," ungkapnya.

Bahkan, lanjut Ketua Fraksi PKS ini, kampanye LGBT bisa masuk kategori makar terhadap konstitusi negara yang berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.

"Ini yang harus kita sadarkan, jangan sampai identitas dan karakter kita sebagai bangsa yang ber-Ketuhanan (beragama) dan beradab dirusak oleh budaya liberal yang sangat permisif," pungkasnya. (*)

Klik Saja dan Follow @tribunkaltim serta Tonton Video Youtube TribunKaltim

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved