Oknum PNS yang Ditangkap Terkait ISIS Bantah Pengagum Kelompok Radikal Itu

MM dilepas Kamis (28/1/2016) malam kemarin, setelah sempat menjalani pemeriksaan intensif selama 24 jam di Mapolres Bontang.

Oknum PNS yang Ditangkap Terkait ISIS Bantah Pengagum Kelompok Radikal Itu
AFP PHOTO
Ilustrasi - Bendera ISIS 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Oknum PNS Bontang, MM yang ditangkap aparat Polresta Bontang lantaran diduga terlibat jaringan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria), akhirnya dibebaskan.

MM dilepas Kamis (28/1/2016) malam kemarin, setelah sempat menjalani pemeriksaan intensif selama 24 jam di Mapolres Bontang.

Ditemui‎ usai pemeriksaan Polisi, pria kelahiran Semarang 34 tahun lalu ini membantah keras dugaan keterlibatannya dengan jaringan ISIS. Menurutnya, bendera hitam bertuliskan huruf arab yang disebut identik dengan bendera ISIS, salah kaprah.

Ia menjelaskan bendera berwarna hitam tersebut ‎adalah bendera Aliwa dan Arayah yang berlafazkan kalimat tauhid.

"Salah kalau disebut itu bendera ISIS.‎ Bendera itu disebut aliwa dan arayah ini dimaknai hanya sebagai bendera yang berlafazkan kalimat tauhid dan tidak lebih dari itu,” ujar MM.

Ia mengungkapkan, bendera tersebut dibeli di Balikpapan melalui toko online, tidak hanya bendera, gada berwarna emas juga dibeli di toko yang sama.

Baca: Polisi Ciduk Oknum PNS Pengagum ISIS

“Itu saya beli 2011 lalu di Balikpapan, saya beli juga gada karena bagus bentuknya,” kata dia.

‎Kapolres Bontang AKBP Hendra Kurniawan saat dikonfirmasi soal alasan pelepasan MM, menjelaskan dari hasil pemeriksaan Polisi tidak ditemukan bukti kuat mengenai keterkaitan MM dengan ISIS atau pun kelompok Islam radikal yang menebar teror.

Pun demikian, dalam rangka pembinaan MM tetap dikenai wajib lapor 2 kali seminggu ke kantor polisi terhitung sejak ia dibebaskan.

"Memang sudah kita bebaskan, tapi tetap dikenai wajib lapor seminggu 2 kali untuk kepentingan pembinaan," kata Kapolres. (*)

Klik Saja dan Follow @tribunkaltim serta Tonton Video Youtube TribunKaltim

Penulis: Udin Dohang
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved