TribunKaltim/

Wow, Bandara di Perbatasan Ini Bakal Didarati Pesawat Airbus

Rencana pengembangan kata Banri sudah diusulkan ke Kementerian Perhubungan tahun 2015 kemarin. Nilai anggaran yang diusulkan Rp 250 miliar.

Wow, Bandara di Perbatasan Ini Bakal Didarati Pesawat Airbus
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Syamsul Banri, Kepala Bandara Internasional Juwata Tarakan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Kepala bandara Internasional Juwata Tarakan Syamsul Banri mengakui, eksisting bandara khususnya khususnya pada landasan pacu masih belum terlalu maksimal. Paling tidak, landasan pacu saat ini sepanjang 2.250 meter memang harus diperpanjang 700 meter ke arah laut.

“Ini juga suatu program kita, karena runway masih terbatas (panjangnya). Ketika landasan pacu diperpanjang, berarti kita bisa mengangkut yang lebih besar,” kata Bandri saat ditemui Tribunkaltim.co usai menghadiri sertijab Penjabat Gubernur Kaltara dengan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih di Kantor Gubernur Kaltara, Senin (16/2/2016).

Rencana pengembangan kata Banri sudah diusulkan ke Kementerian Perhubungan tahun 2015 kemarin. Nilai anggaran yang diusulkan Rp 250 miliar. Harapannya, tahun 2017, usulan anggaran sudah terkucur untuk memulai rencana pengembangan yang sudah disusun.

“Paling tidak juga di APBN-P 2016 sudah ada anggaran untuk pematangan lahan. Karena soal lahan, sudah tidak ada masalah. Kalau itu terealisasi, kami harapkan pesawat jening Airbus sudah bisa mendarat. Paling tidak 2019,” ujarnya.


TRIBUN KALTIM/JUNISAH -- Inilah terminal baru Bandara Udara Internasional Juwata Tarakan yang diopersionalkan awal tahun 2015.

Pihaknya juga berencana membentuk Badan Layanan Umum (BLU) Bandara. Dengan membentuk BLU, penggunaan dan pemanfaatan dana pendapatan pengelolaan bandara bisa dilakukan secara mandiri.

Baca: Kenapa Bandara Juwata Tarakan Bakal Terunik di Indonesia?

“Kalau itu BLU, kita leluasa menggunakan dan memanfaatkan dana-dana pendapatan meskipun pembangunan di-support APBN. Kami bisa memaksimalkan jasa pendaratan, penginapan, airport tax. Kami juga tentu akan memanfaatkan lahan-lahan tidur di bandara yang bisa menyumbang pendapatan,” ujarnya.

Perlu diketahui, pendapatan dari pengelolaan bandara Internasional Juwata selalu meningkat di tiap tahunnya. Seperti tahun 2014 yang meraup pendapatan Rp 15 milir, kemudian tahun 2015 kemarin Rp 24 miliar. Tahun ini, Syamsul Banri menargetkan pendapatan sekitar Rp 35 miliar. (*)

***
Baca berita selengkapnya, eksklusif, terkini, unik dan menarik di Harian Tribun Kaltim
Seru, berinteraksi dengan 75 ribu netizen? Like fan page  fb TribunKaltim.co, Follow  twitter@tribunkaltim dan tonton Video YoutubeTribunKaltim
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help