Energi

Pernyataan Menteri Saudi Ini Bikin Bursa AS dan Eropa Jeblok

Namun, sang menteri juga mengesampingkan dulu pemotongan produksi dalam waktu dekat.

Pernyataan Menteri Saudi Ini Bikin Bursa AS dan Eropa Jeblok
Thinkstock
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO, HOUSTON -- Menteri Perminyakan Saudi, Ali Al-Naimi pada Selasa (23/02/2016) waktu setempat secara percaya diri mengatakan akan lebih banyak negara bergabung dalam pakta penahanan produksi minyak yang digagas Saudi dan Rusia beberapa waktu lalu.

Namun, sang menteri juga mengesampingkan dulu pemotongan produksi dalam waktu dekat.

Dua pernyataan ini membuat harga minyak jatuh sebesar 4 persen, dan membuat saham Wall Street dan Eropa memerah pada Rabu pagi ini (WIB).

Pernyataan Al-Naimi diucapkan pada pertemuan tahunan IHS CERAWeek di Houston, AS. Al-Naimi mengatakan bahwa eksekutif energi global mendukung langkah penahanan produksi minyak, sehingga demand akan menguat dalam beberapa waktu, yang akan mendorong harga minyak kembali naik setelah mencapai titik terendah dalam satu dekade.

Baca: Harga Minyak Dunia Turun, Pertamina Mengaku Rugi Rp15,2 Triliun

"Penahanan produksi hanyalah satu proses awal. Jika kita bisa merangkul semua produsen top dunia untuk setuju tidak menambah ekstra barrel, maka stok minyak yang tinggi ini akan menurun seiring berjalannya waktu," kata dia.

Namun, dia juga menambahkan bahwa pasar jangan melihat perjanjian yang baru saja muncul sebagai sebuah persetujuan untuk memangkas produksi minyak, sebab, kata dia, tidak cukup sebuah kesepakatan untuk mencapai tahap tersebut.

"(Kesepakatan) itu tidak akan terjadi karena banyak negara akan tetap berproduksi," kata Al-Naimi, dalam sesi tanya jawab setelah pidatonya.

Hal ini membuat banyak pihak bertanya-tanya mengapa Arab Saudi tetap mempertahankan produksi minyaknya walau tahu harga minyak terus melorot.

Baca: Peningkatan Produksi Minyak AS Picu Kenaikan Harga Minyak Dunia

"Bahkan bila mereka bilang akan memotong produksi minyaknya, mereka tidak akan melakukannya. Tidak usah buang waktu untuk mencari pemotongan produksi. Itu tidak akan terjadi," tambah dia.

Para pedagangan bursa sebelumnya sudah skeptis bahwa upaya penahanan produksi minyak ini akan mendorong pasar dan harga minyak kembali naik setelah turun 4 persen pasca komentar Al-Naimi. (Aprillia Ika)

Netizen yang baik hati, kunjungi juga twitter kami @tribunkaltim serta Tonton Video YoutubeTribunKaltim



Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved