TribunKaltim/

Kejar Penyaluran KUR Rp 60 Miliar, Bank Ini Rekrut Tenaga Marketing dari Anak Pedagang

Suku bunga KUR 9 persen, lanjutnya, bisa lebih membantu UMKM dalam pengembangan usahanya melalui angsuran yang relatif kecil di setiap bulannya.

Kejar Penyaluran KUR Rp 60 Miliar, Bank Ini Rekrut Tenaga Marketing dari Anak Pedagang
Hand Out/BRI
Akademisi Universitas Mulawarman Irman Irawan (paling kanan) memberikan pemaparan dalam seminar yang bertajuk UMKM: Dari Rakyat untuk Rakyat yang diselenggarakan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Senin (28/9/2015). Seminar ini dihadiri Pemimpin Wilayah Bank BRI Banjarmasin Ngatari (ketiga dari kiri), Nasabah UMKM BRI Bintoro (kedua dari kiri), Ketua Ippkindo Kaltim Nurhasanah (kedua dari kanan), Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Disperindagkop dan UMKM Provinsi Kaltim Rodi Ahnadi (ketiga dari kanan), dan Lahyanto Nadie selaku moderator (paling kiri), serta para pelaku UMKM di Kota Balikpapan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR – Penurunan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 12 persen tahun lalu menjadi 9 persen di tahun ini tidak hanya disambut baik para calon debitur.

Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Tanjung Selor pun demikian. Mereka optimistis mampu menarik calon debitur sebanyak-banyaknya.

Tahun 2016 ini, Kantor Cabang BRI Tanjung Selor kebagian pagu anggaran KUR senilai hampir Rp 60 miliar (59,5 miliar).

Kepala Cabang BRI Tanjung Selor, M Jushardi, menyatakan penyaluran KUR sejak Januari – Februari 2016 tetap on progress.

“Malah selama 2 bulan ini, kami sudah di atas target proporsional secara harian. Pada intinya kami targetkan sebanyak-banyaknya debitur karena memang untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan lewat UMKM,” sebutnya saat ditemui Tribunkaltim.co di bilangan Jalan Sabanar Lama, Tanjung Selor (Bulungan-Kaltara), Senin (29/2/2016).

Melalui 5 (lima) unitnya, yakni BRI Unit Tanjung Selor, Unit Tanjung Palas, Unit Sengkawit, Unit Panca Agung (Tanjung Palas Utara), dan Unit Tideng Pale (Tana Tidung) bisa menarik 10 (sepuluh) debitur per harinya. Artinya, satu bulan kerja mampu menarik 250 debitur.

Suku bunga KUR 9 persen, lanjutnya, bisa lebih membantu UMKM dalam pengembangan usahanya melalui angsuran yang relatif kecil di setiap bulannya.

Setiap debitur bisa mendapatkan plafon KUR di tiap unit BRI Rp 5 sampai Rp 10 juta, bahkan hingga Rp 25 juta. Sedang untuk plafon Rp 500 juta debitur bisa dapatkan hanya di kantor cabang.

Untuk mendukung penyaluran KUR, BRI Cabang Tanjng Selor lanjut Jushardi sudah melakukan perekrutan anak-anak pedagang sebagai tenaga marketing.

“Itu sudah kami lakukan. Contohnya di Pasar Induk Bulungan. Jadi di Pasar Induk itu, pedagangnya 80 persen adalah nasabah KUR,” ujarnya.

Di tengah perlambatan ekonomi dan merosotnya harga hasil tambang, perkebunan, dan lainnya, dinilainya tidak akan berpengaruh cukup besar terhadap penyaluran KUR.

“Karena memang berkaca pada krisis 1998, bisnis UMKM cukup tahan terhadap goncangan ekonomi. Pengaruhnya tidak akan terlalu besar, khususnya turunan usaha yang men-support kegiatan produksi komoditas dunia yang saat ini sedang merosot harganya,” ujarnya. (*)

Netizen yang baik hati, kunjungi juga twitter kami @tribunkaltim serta Tonton Video YoutubeTribunKaltim

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help