Berita Pemkab Penajam Paser Utara
Jangan Patah Semangat dan Mati Akal
Setiap mengatasi persoalan hidup, agama kita menganjurkan agar umatnya selalu berikhtiar, terlebih lagi ketika negara kita sedang dalam kesulitan
*Pemkab PPU Gelar Syukuran Hari Jadi Ke-14 Kabupaten PPU
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Dalam menjalani kehidupan terkadang kita mengalami kegalauan, sehingga untuk mengatasi hal itu, perlu diberikan siraman rohani kemudian harus diikuti rasa syukur. Sementara rentetan syukur harus pula diikuti dengan ikhlas, sesuai dengan motto Kerja Keras, Kerja Cerdas dan Kerja Ikhlas.
Hal ini disampaikan Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar, saat syukuran Hari Jadi ke-14 Kabupaten PPU di Halaman Kantor Bupati, Kamis (17/3/2016) lalu. Sukuran ini juga mengundang penceramah Ahmad Sanusi Ibrahim dari Jaro, Kalimantan Selatan.
Menurut Yusran, bila sudah bersyukur pasti ikhlas sehingga bila sudah ikhlas harus sabar. Bahkan tidak ada orang ikhlas yang tidak sabar, karena janji Allah di dalam Al Qur'an bahwa akan disediakan kebun di surga bagi orang-orang yang mau bersabar. Sebaliknya kata Yusran, barang siapa yang selalu tidak dalam kesabaran, maka Allah mengancamnya dengan azab yang pedih.
baca juga
"Setiap mengatasi persoalan hidup, agama kita menganjurkan agar umatnya selalu berikhtiar, terlebih lagi ketika negara kita sedang dalam kesulitan pembiayaan termasuk yang dialami Pemerintah Kabupaten PPU. Tetapi kita jangan patah semangat, jangan mati akal, kita harus menyikapinya dengan bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja ikhlas serta memohonkan pertolongan kepada Allah," pintanya.
Sementara itu, penceramah ustadz Ahmad Sanusi Ibrahim berharap kepada pemimpin Kabupten PPU agar selalu terjalin kekompakan diantara keduanya.
Dikatannya Allah akan mengampuni dosa-dosa suatu kaum apabila kaum tersebut gemar berkumpul membaca Al Qur'an, berzikir dan menyebut nama Allah dan keburukannya digantikan Allah dengan sifat-sifat yang terpuji.
"Dalam mencapai negeri Baldhatun Toyyibatun Warabbun Ghafur atau negeri yang aman damai dan dilindungi Allah, harus kita upayakan sesuai konsep yanga terdapat dalam hadits kudsi. Di mana Allah berfirman, kalian kuciptakan di atas dunia ini adalah semata-mata untuk beribadah kepadaKu, maka itu jangan kamu terlalu sibuk mengurusi yang sudah kujamin untukmu, tetapi persiapkan dirimu untuk ibadah kepada Tuhanmu, karena sesungguhnya hidup ini adalah ibadah," tegasnya Sanusi.
Menurutnya, hidup ini laksana seorang hamba yang mendapat tugas besar dari majikannya. Ketika dia mendapat tugas yang maha penting dia harus dapat mengerjakannya, dan ketika tak dapat mengerjakannya dengan baik, maka tidak mendapatkan kesempatan berikutnya. Demikian gambaran kehidupan dunia yang hanya satu kali ini bila seorang hamba tak pandai memanfaatkannya dengan baik, maka hidupnya akan sia-sia.
baca juga
"Jika kita ingin sukses dalam memimpin negeri ini ada tiga hal yang perlu di amalkan. Pertama yang disebut dengan solatun, kedua salawatun, ketiga silatun. Ini merupakan penjabaran dari tiga ungakapan kerja keras, kerja acerdas dan kerja ikhlas, yakin bisa," jelasnya.
Apa itu solatun, solatun ialah hubungan seorang hamba dengan Allah, barang siapa di dunianya tidak pernah berhubungan dengan Allah, maka di akhiratnya pun ia tak dapat melihat Allah, dan berada di jalan yang sesat.
Orang yang tak pernah berhubungan dengan Allah di dunia jangan harapa masuk surga, karena gambaran sukses yang sebenarnya menururt Al Imam Al Ghazali ialah bukan berhasil jadi dokter, bukan sarjana dan bukan berhasil jadi pejabat, tapi sukses yang sesungguhnya adalah ketika kaki kita sudah menginjak pintu surga.
"Perjumpaan dengan Allah hanya dapat dilakukan dengan shalat dan zikir. Inilah bentuk hubungan kita kepada Allah minimal dilakukan 5 waktu dalam sehari semalam. Demikian pula yang dilakukan nabi panutan kita Muhammad SAW, ketika sedang mengalami kesulitan dan berbagai problem beliau selalu bermunajat dan bermohon kepada Allah agar menemukan jalan keluar dari segala kesulitan yang dihadapi," ujarnya. (advertorial/humas8)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/adv_yusran-dan-mustaqim_20160320_210451.jpg)