Wow, di Tengah Pelambatan Ekonomi 2015 BPD Kaltim Ternyata Tetap Mampu Raih WTP

Pencapaian itu membuktikan kondisi keuangan BPD Kaltim yang sehat, meskipun mendapat tekanan kondisi ekonomi global, nasional dan regional

Wow, di Tengah Pelambatan Ekonomi 2015 BPD Kaltim Ternyata Tetap Mampu Raih WTP
HO
Seorang karyawati BPD Kaltim dengan ramahnya melayani nasabah. Bank milik pemda di Kaltim ini kembali meraih predikat wajar tana pengecualian (WTP) dalam Laporan Keuangan Tahun 2015. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Di tengah lesunya ekonomi Kalimantan, termasuk di Kalimantan Timur, BPD Kaltim ternyata kembali menorehkan prestasinya. Ia berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahun 2015 dari Kantor Akuntan Publik (KAP).

Opini WTP ini diberikan KAP Sriyadi, Elly, Sugeng & Rekan berdasarkan hasil audit bahwa laporan keuangan disajikan secara wajar dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas sesuai prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Dalam pers release yang diterima TribunKaltim.co, Senin (21/3/2016) disebutkan, pencapaian itu membuktikan kondisi keuangan BPD Kaltim yang sehat, meskipun mendapat tekanan kondisi ekonomi global, nasional dan regional yang mengalami perlambatan pada tahun 2015.

Pertumbuhan ekonomi global yang tercatat hanya 2,4% di tahun 2015 sangat berpengaruh pada ekonomi nasional dan ekonomi Kalimantan. Lebih jauh, menurunnya pertumbuhan ekonomi regional Kalimantan pada tahun 2015 secara umum disebabkan oleh kontraksi ekonomi yang terjadi di Kaltim.

Sampai triwulan IV 2015, Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur mencatat pertumbuhan ekonomi Kaltim masih terkontraksi -0.5% (yoy). Pertumbuhan Kalimantan Timur tertekan hingga -0.9%, jauh lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi nasional.

Sementara itu, laju inflasi Kalimantan Timur pada triwulan IV 2015 menurun sebesar 2.4 poin dari triwulan III menjadi 4.89% di akhir 2015 yang merupakan tingkat inflasi terendah dalam lima tahun terakhir.

Meski ekonomi nasional dan regional masih belum stabil, sepanjang tahun 2015 BPD Kaltim telah sukses mempertahankan kinerjanya dilihat dari rasio-rasio keuangan hasil audit KAP.

Tujuh komponen rasio keuangan tersebut adalah: Return on Assets (ROA) 1,56%, Return on Equity (ROE) 10,35%, Loan to Deposit Ratio (LDR) 103,54%, Capital Adequacy Ratio (CAR) 19,85%, Non Performing Loan (NPL) Nett 1,64%, Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) 85,30%, dan Net Interest Margin (NIM) 6,03%.

Tujuh komponen tersebut berada diatas rata-rata rasio keuangan yang distandarkan oleh Bank Indonesia yaitu : ROA 0,5% s.d 1,25%. ROE 5% s.d 12,5%, LDR 78% s.d 92%, CAR Minimal 8%, NPL Nett Maksimal 5%, BOPO 94%-96%, dan NIM 1,5% s.d 2%.

Diperolehnya opini WTP ini juga merupakan bukti kepada masyarakat bahwa BPD Kaltim sebagai bank yang sehat yang terus tumbuh untuk memajukan Kalimantan dan membangun Indonesia.(*/bin)

Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved