Hebat, Pemuda Kalimantan Masuk Daftar Forbes '30 Under 30 Asia'

Berawal dari awal masa kuliah di bidang IT di Bina Nusantara Jakarta, ia pun kemudian berkeinginan untuk menjadi enterpreneur di bidang teknologi

Hebat, Pemuda Kalimantan Masuk Daftar Forbes '30 Under 30 Asia'
http://binus.ac.id
Benny Fajarai 

"Di situ saya ingin bikin Qlapa sebagai wadah pengrajin untuk memasarkan produk mereka kepada pembeli, pembeli juga lebih mudah menemukan produk-produk unik yang dibuat oleh pengrajin kita. Dalam perjalanannya saya kemudian bangun tim, Qlapa itu launching 1 November 2015, sudah 4 bulan ini perjalanannya sangat menarik banyak tantangan yang dihadapi. Dari sisi sumberdayanya kita masih mengejar ketertingglan karena lulusan kita ini belum sesuai dengan kebutuhan industri, kemudian dari sisi pemahaman pengrajin dengan teknologi masih harus diperbaiki, tidak semua melek teknologi jadi kita harus mengajari mereka dulu," ceritanya.

BACA JUGA: Bisnis Laundry Masih Sangat Menjanjikan di Balikpapan

Untuk produsen yang belum mengerti tentang teknologi, pihaknya membantu untuk mengupload foto produk kerajinan. Tetapi bagi generasi lebih muda tentu sudah lebih paham terhadap teknologi ini.

Dari sisi transaksi juga tidak terlalu sulit, Qlapa menghubungkan pembeli dan penjual secara langsung jika customer suka tinggal membayar dan penjual yang memproses pengiriman barang, jika barang telah dikirim pihak Qlapa akan langsung mengirim uang ke penjual.

"Jadi penjual dan pembeli tidak perlu negosiasi lagi tidak perlu panjang lebar. Penjual tidak perlu mengurusi marketing serta customer service. kalau ada pembelian dikirimkan barangnya ke pembeli setelah itu kami kirimkan uangnya ke penjual. Saat ini produk yang tersedia sudah mencapai belasan ribu, sedangkan penjual juga sudah ribuan," katanya.

Dikatakannya peminat pasar sangat besar, banyak orang luar negeri juga tertarik dengan produk kerajinan dalam negeri ini.

Selama beberapa bulan transaksi juga sangat lancar meski ia belum bisa menyebutkan angka pasti berapa pendapatan yang telah diperoleh.

BACA JUGA: Catat! Singapura Masih Nomor Satu Kota Termahal Dunia

Ke depan Qlapa akan masih memperbanyak produk yang dijual, fitur-fitur juga akan semakin banyak untuk mempermudah transaksi, yang tak ketinggalan adalah promosi yang akan semakin gencar.

"Kita itu negara berkembang, secara sumber daya alam kita sudah lumayan bersaing, potensi kita yang tidak boleh ketinggalan adalah industri kreatifnya, dengan memberdayakan kreatifitas ini kita bisa menaikkan ekonomi kreatif dengan menaikan sumber daya yang ada serta menciptakan yang lebih besar lagi. kalau kita hanya jual kayu atau rotan tidak akan sebagus kalau kita jual produk kerajinan olahan yang sudah jadi," ujar Benny.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved