Awas Demam Berdarah Dengue
Waspada, DBD Mulai Mengganas di Wilayah Kota
Dia mengatakan, terlalu sering melakukan fogging juga sangat berbahaya. Karena akan membuat nyamuk semakin kebal.
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru
TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Setelah Kecamatan Sembakung, Demam Berdarah Dengue (DBD) kini ‘menyerang’ Pulau Nunukan, ibukota Kabupaten Nunukan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan mencatat, hingga saat ini sudah ditemukan enam kasus DBD.
Kasus yang disebabkan virus dengue dari nyamuk yang menyebarkannya ini ditemukan di Kampung Jawa, Kelurahan Nunukan Tengah, Kecamatan Nunukan.
Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan dan Bencana pada Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, Ramsidah, mengatakan, munculnya kasus DBD ini disebabkan karena pola hidup masyarakat.
Dia mengatakan, musim kemarau saat ini banyak masyarakat yang menampung air. Padahal, ini akan menyebabkan BDB semakin merebak.
Selama ini masyarakat seringkali menganggap fogging satu-satunya solusi untuk menghilangkan nyamuk penyebar virus dengue.
(Baca juga: Gubernur Puji Pesatnya Pembangunan di Malinau yang Melampaui Kabupaten Induknya)
“Itu salah besar. Karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Sedangkan jentiknya tidak. Fogging itu nggak efektif,” ujarnya, Senin (4/4/2016).
Dia mengatakan, terlalu sering melakukan fogging juga sangat berbahaya. Karena akan membuat nyamuk semakin kebal.
''Jadi fogging itu bukan solusi. Solusinya adalah PSN. Pemberantasan sarang nyamuk,'' ujarnya.
Dia mengimbau agar masyarakat menggalakkan gerakan kebersihan dengan melakukan 3 M yaitu menguras bak, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas.
“Kami sudah menyosialisasikan dan ada surat himbuan yang ditandatangani Bupati Nunukan. Tetapi ini tidak diindahkan masyarakat,” ujarnya.
Dia berharap, para ketua rukun tetangga (RT) kembali aktif menyosialisasikan cara hidup sehat untuk mencegah DBD.
“Ketua RT diminta proaktif untuk menyosialisasikan langkah abatisasi atau gaya hidup sehat demi meminimalisir pertumbuhan jentik nyamuk. Nunukan kan endemi wilayahnya. Jadi caranya ya itu tadi, gotong royong,'' katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/dbd-rawat-inap3_20160107_100730.jpg)