TribunKaltim/

Hari Kartini

Jabatan Wali Kota Membuatnya Sibuk tapi Neni Moerniaeni Rutin Telepon Suami

Dia menuturkan, sejak awal berkecimpung di politik keluarga telah mendukung.

Jabatan Wali Kota Membuatnya Sibuk tapi Neni Moerniaeni Rutin Telepon Suami
TRIBUN KALTIM/UDIN DOHANG
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni berdialog dengan manajemen PLN Area Bontang. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Perempuan pertama menjabat Wali Kota Bontang merupakan kebanggaan Neni Moerniaeni.

Di tengah kesibukan bekerja sebagai kepala daerah, ia selalu pastikan menjalin komunikasi dengan suami dan anak-anak.

"Saya memang sibuk, tapi kalau ada waktu senggang misalnya di jalan, saya pasti hubungi suami, sekadar tanya kabar, atau menelepon anak saya,"ujar Neni saat dihubungi Harian Tribun Kaltim dan online TribunKaltim.co.

Ia mengatakan makna Hari Kartini bukan sebagai ajang untuk melupakan tugas sebagai seorang ibu dan istri.

Di tengah kesibukannya sebagai Kepala Daerah, ibu tiga anak ini tetap menyempatkan diri meluangkan waktu untuk suami dan tiga orang anaknya.

Baca: Serunya Ibu-ibu Bhayangkari dan Polwan Menembak Pakai Kebaya

Istri mantan Wali Kota Bontang dua periode ini, Sofyan Hasdam, sepenuhnya mafhum konsekuensi ketika memilih berkarier di dunia politik, terutama saat mencalonkan diri sebagai wali kota dari jalur perseorangan.

Dia menuturkan, sejak awal berkecimpung di politik keluarga telah mendukung.

Bahkan mereka mengingatkan, jabatan merupakan bentuk pengabdian bagi masyarakat. Kendati tiga buah hatinya telah berumur dewasa, pasangan Wakil Wali Kota Basri Rase ini tetap menyempatkan untuk tetap bercengkrama dengan keluarga di waktu senggang.

Setiap kunjungan ke daerah, di mana keluargnya berada, ia selalu menyempatkan diri menemui mereka. Menurutnya, keluarganya sudah sangat mengerti dengan pengabdian yang dilakukannya.

"Kalau misalnya dinas ke Samarinda, kebetulan ada suami di sana kami ketemuan kok sama anak juga," katanya.

Memang diakui, kesibukan sebagai Kepala Daerah banyak menyita waktu berkualitas dengan keluarga. Tetapi keluarga bijak menyikapi kondisi saat ini, bahkan mereka mendukung agar ibunya tetap semangat menjalani profesi barunya.

Baca: Jadi Satu-satunya Polisi Perempuan dengan Jabatan Tertinggi, Tantangan Yolanda Lebih Besar

"Alhamdulillah yah, anak-anak kan sudah gede semua. Jadi mereka ngerti saja, bahkan mereka men-support loh," ujarnya.

Dia berharap, emansipasi wanita tidak diartikan negatif bagi masyarakat. Emansipasi yang dimaksud, kata Neni, setara dalam hal kreativitas, inovatif dan ide brilian dengan pria. Tanpa melupakan kewajiban sebagai ibu dan istri. (*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Penulis: Udin Dohang
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help