Berita Video
VIDEO – Menikmati Kecantikan Ikan Badut dan Terumbu Karang di Desa Pesisir Ini
Mereka naik kapal milik Sub Posal Marangkayu. Perjalanan dari perkampungan warga Desa Pangempang ke tengah laut mencapai 6 kilometer.
Penulis: Rahmad Taufik | Editor: Martinus Wikan
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG – Desa Pangempang, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, tak hanya memiliki potensi wisata pantai dengan pasir putihnya yang menawan.
Desa ini juga memiliki surga alam bawah laut dengan gugusan terumbu karang dan ikan hias di dalamnya sehingga menjadi potensi ekowisata ke depannya.
Tim penyelam dari Universitas Mulawarman (Unmul) didampingi Komandan Sub Pos TNI AL Marangkayu, Letda Pelaut Karel Satriawan dan Ketua Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokwasmas) Bina Lestari, Mansur melakukan penyelaman di kawasan transplantasi terumbu karang Desa Pengempang, Rabu (13/4) lalu.
Mereka naik kapal milik Sub Posal Marangkayu. Perjalanan dari perkampungan warga Desa Pangempang ke tengah laut mencapai 6 kilometer.
Simak juga berita lainnya
VIDEO - Beginilah Aksi Bocah Daffa Merazia Pengendara Motor di Atas Trotoar
VIDEO – Beredar Rekaman Prilly Latuconsina Hina Keluarga Aliando Syarief Dengan Kata-kata Kasar
VIDEO - Hanya Menggunakan Celana Dalam Seorang Wanita Loncat Dari Lantai Tiga
Kapal berhenti di tengah laut untuk membuang jangkar. Perairan sudah tampak berwarna hijau dan samar terlihat kumpulan terumbu karang.
Para penyelam bersiap dengan peralatan selam. Mereka menyelam di kedalaman 4 meter. “Kondisi air laut lagi surut akibat perngaruh elnino. Kalau pasang, kedalaman air laut mencapai 6 meter,” ujar Muchlis Efendi, penyelam sekaligus Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unmul.
Ia melihat langsung pemandangan bawah laut. Banyak ikan hias hidup di antara terumbu karang, termasuk anak ikan kerapu. Jika beruntung, penyelam bisa berjumpa dengan ikan nemo atau ikan badut di antara terumbu karang.
Muchlis melihat ada kerusakan terumbu karang akibat pengaruh iklim dan aktivitas manusia. Terumbu karang tersisa hanya 30 persen.
Sehingga upaya rehabilitasi dengan tehnik penyulaman terumbu karang perlu segera dilakukan untuk memulihkannya. “Mereka yang punya hobi diving (menyelam) bisa datang ke sini menikmati keindahan pemandangan bawah laut,” ucap Muchlis.
*** Klik Juga Ikonnya