TribunKaltim/

Hari Kartini

Peringati Hari Kartini, LPM Gelar Seminar Kanker Serviks

Kegiatan yang digelar di rumah jabatan Wawali tersebut dihadiri langsung oleh perwakilan Badan Narkotika Nasional Kota Balikpapan.

Peringati Hari Kartini, LPM Gelar Seminar Kanker Serviks
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Ketua LPM Klandasan Ulu yang juga merupakan Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Ida Prahastuty mengungkapkan melalui semangat Hari Kartini, seminar kesehatan kanker serviks ini digelar untuk mendekatkan diri kepada masyarakat betapa pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi wanita.

Seminar Kesehatan Kanker Serviks dan Penandatanganan Pakta Integritas Pengurus LPM dan Keluarga Bebas Narkoba, Sabtu (23/4/2016).

Kegiatan yang digelar di rumah jabatan Wawali tersebut dihadiri langsung oleh perwakilan Badan Narkotika Nasional Kota Balikpapan, perwakilan camat Balikpapan Kota, Lurah Klandasan Ulu dan seluruh ketua RT di Kelurahan Klandasan Ulu.

Baca: SLB Tunas Bangsa Peringati Hari Kartini dengan Fashion Show

Adapun pemateri dalam seminar yakni dr Tri Senoaji SPoG, yang merupakan penasehat Sahabat Peduli Kanker Balikpapan.

Seminar kesehatan ini juga untuk mengingatkan kepada setiap perempuan bahwa setiap harinya, dalam satu jam ada satu perempuan meninggal karena kanker. Hal yang mengejutkan adalah, peningkatan penyakit kanker serviks kini sudah menggeser penyakit jantung sebagai pembunuh nomor satu di dunia.

Di Indonesia sendiri kanker serviks menempati urutan nomor satu yang sangat mengerikan.

“Banyak perempuan-perempuan dewasa di luar sana yang kurang memahami apa sebenarnya dan betapa pentingnya menjaga organ-organ reproduksi yang sangat vital bagi perempuan oleh karena itu LPM klandasan Ulu bekerjasama dengan sahabat peduli kanker menggelar seminar ini, “ katanya.

Baca: Mahasiswi Perlu Persiapan Satu Jam untuk Tampil Layaknya Kartini

Dia mengatakan, apabila Kartini dulu berjuang membebaskan diri dari kebodohan, ketiranian, ketidakbolehan perempuan dalam mengenyam pendidikan.

Namun pada masa kini, Kartini-kartini modern sedang berhadapan dengan masalah- masalah sosial yang tidak bisa dianggap enteng.

“Kalau ibu sehat maka akan menciptakan anak-anak yang sehat, kalau ibu cerdas akan dapat membentuk anak-anak berkarakter akhlakul karimah yang baik berbudi pekerti yang luhur. Tetapi kalau ibu sakit maka seperti kata Kartini, matahari itu selalu gelap tidak pernah menjadi terang, “ ujarnya. (*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Penulis: Muhammad Alidona
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help