Mancanegara
Hati-hati, Bakteri Feses Ditemukan di Dalam Minuman Dingin di Gerai KFC
Sampel es batu diambil dari KFC cabang Martineau Place, Birmingham, Inggris.
TRIBUNKALTIM.CO, BIRMINGHAM - Setelah mengetahui penelitian terbaru ini, mungkin Anda akan berpikir dua kali untuk memesan minuman di restoran cepat saji Kentucky Fried Chicken (KFC).
Berdasarkan penelitian yang telah diuji dalam lab, ditemukan bakteri feses atau tinja dalam jumlah yang sangat tinggi dalam es batu yang digunakan dalam campuran minuman dingin di KFC.
Sampel es batu diambil dari KFC cabang Martineau Place, Birmingham, Inggris.
Penelitian dilakukan untuk menguji standar kebersihan makanan cepat saji di beberapa tempat populer.
Baca: Ikut Lomba Makan Ayam KFC Berhadiah Rp 5 Miliar, Pria Ini Tewas Keselek
Sampel minuman ini kemudian dikirim ke Universitas Leeds Beckett untuk dilakukan uji coba.
Setelah dilakukan penelitian ternyata ditemukan bakteri faecal coliform dalam jumlah yang sangat tinggi.
Jenis bakteri yang biasa ditemukan pada tinja atau feses terkandung dalam minuman tersebut.
"Kami menemukan bakteri ini terkandung di dalam es batu. Kehadiran bakteri faecal coliform menunjukkan jika ada kontaminasi feses baik di dalam air yang digunakan untuk membuat es, atau es itu sendiri. Bakteri ini dapat menimbulkan risiko sakit bagi pelanggan jika mengonsumsi es ini," papar Dr Margarita Gomez Escalada.
Sedangkan untuk sampel makanan yang lainnya tidak ditemukan bakteri yang berbahaya.
Setelah ditemukan data ini, Janet Cox selaku pihak kepala kesehatan, keselamatan dan lingkungan KFC mengungkapkan sangat terkejut dengan hasil uji lab pada es tersebut dan akan segera melakukan investigasi, demikian dikutip Tribunkaltim.co melalui situs metro.
Baca: Mau Santap Ayam Goreng, Pelanggan KFC Terkejut dengan Isi di Dalam Tepung Krispy
"Kami juga telah melakukan program pelatihan kembali untuk semua karyawan sesuai standar kami untuk prosedur kebersihan," ungkap Janet Cox. (*)