Darurat Narkoba

Saat Razia Dua Kurir Narkoba Ditembak

Kemudian dari pengakuan salah satu pelaku, Ahmad, tidak mengakui sebagai kurir. Bahkan, mereka berdua saling melempar tuduhan sebagai kurir sabu.

Saat Razia Dua Kurir Narkoba Ditembak
TRIBUN KALTIM/ADE MIRANTI
Salah satu kurir narkoba yang ditembak, Ahmad, dan dua petugas Satreskoba Polresta Samarinda memperlihatkan barang bukti jenis sabu seberat 200 gram. Kedua pelaku sedang menjalani penjahitan pada kaki di RSU AW Syahrani, setelah ditembak oleh jajaran kepolisian. 
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Ade Miranti

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Nasib sial menimpa dua pelaku kurir narkoba asal Penajam Paser Utara (PPU).

Kedua pelaku ini bernama Ahmad (38) dan Hariyanto (38). Dari keterangan Kanit Opsnal Satreskoba Polresta Samarinda, Ipda Edy Susanto, mereka tertangkap membawa narkoba jenis sabu ketika Satlantas Polres gelar razia, Minggu (22/5/2016) sore, Jalan Slamet Riyadi.

"Jadi, mereka ini ditangkap waktu melalui proses razia yang dilakukan oleh Satlantas di depan posko dekat Jembatan Mahakam. Pelaku ini membuang bungkusan hitam di sekitar motor kemudian ditendang. Melihat gelagat mereka, semakin curiga. Ternyata dugaan kita benar, isinya sabu-sabu," ujarnya.
Dikemukakan lagi, penangkapan Ahmad dan Hariyanto sempat berlangsung rumit. Pasalnya, mereka berusaha untuk mencoba kabur dari jeratan kepolisian.
"Dari Satlantas dilimpahkan kepada kita (Satreskoba). Terus kita mencoba menyelidiki, tapi mereka mempersulit dan coba-coba untuk kabur. Atas perintah pimpinan, kita diperintah untuk menembak," jelasnya.
Kedua pelaku dikatakan hendak mengantar narkoba jenis sabu ini ke arah menuju Balikpapan. Namun, saat hendak dikejar sang pembeli sabu, tidak dapat digapai oleh Satreskoba Polresta.
"Kedua orang ini arahnya dari kota mau nyebrang. Pas kita mau lakukan pengejaran, sudah kabur pembelinya," lanjut Edy.
Kemudian dari pengakuan salah satu pelaku, Ahmad, tidak mengakui sebagai kurir. Bahkan, mereka berdua saling melempar tuduhan sebagai kurir sabu.
"Sumpah lillahi ta'ala, demi Allah saya bukan pembawa narkoba. Saya ini rencananya mau ketemu dokter yang juga ustaz di Atma Husada. Saya hanya ikut teman saya, tahu-tahu kita begini (ditangkap)," ungkapnya.
Alhasil, Satreskoba Polresta Samarinda berhasil mengamankan satu unit motor dengan nomor KT 2191 UEA.
Dan dalam bungkusan plastik hitam yang dibuang berisikan sabu seberat 200 gram brutto atau senilai Rp 300 juta, tiga unit hp, 4 poket, dan uang tunai Rp 1,7 juta. (*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Penulis: Ade Miranti
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved