Simpan Enam Bom Babi, Kerry Ditangkap Polisi
Hampir sepekan ia berburu menggunakan alat peledak tersebut, dan berhasil membawa pulang dua ekor babi yang diakui hanya untuk konsumsi pribadi.
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani |
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Beberapa malam terakhir, warga kawasan Teritip, Balikpapan Timur, resah mendengar suara ledakan yang diduga bom dari dalam hutan.
Berangkat dari situasi itulah mereka melapor ke Polsek Balikpapan Timur.
Mendapat informasi dari masyarakat, petugas polisi langsung melakukan penyelidikan.
Walhasil dari informasi yang dihimpun, diketahui bunyi ledakan tersebut berasal dari bom babi milik Kerry Senduk, warga Jalan Mulawarman, RT 28 Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur.
Rabu (25/5/2016) sekitar pukul 22.00 Wita, polisi menyambangi rumah Kerry untuk melakukan penangkapan.
"Saat kami lakukan penggeledahan di rumah Kerry, kami dapatkan enam buah bom babi yang disimpan di kaleng susu, ditaruh di dalam tas hitam. Kerry beserta barang bukti kami amankan ke Mapolsek malam itu," ujar Kapolsek Balikpapan Timur, Kompol Dody Susantyoko, saat ditemui Tribun di Mapolsek.
(Baca juga: Pembangkit Bermasalah, PLN Lakukan Pemadaman Mendadak)
Menurut penuturan pelaku, ia hanya menggunakan bom babi tersebut untuk keperluan berburu.
Hampir sepekan ia berburu menggunakan alat peledak tersebut, dan berhasil membawa pulang dua ekor babi yang diakui hanya untuk konsumsi pribadi.
Jadi bom babi itu disebar di tumpukan buah sawit. Saat ada babi yang mendekat dan memakan bom tersebut, karena ada tekanan maka meledaklah bom yang masih sangkut di bagian kepala binatang tersebut.
"Dengan kekuatan cukup tinggi, bom tersebut mampu menghilangkan kepala babi," ujar Kompol Dody kepada Tribunkaltim.co di ruangannya.
Saat ini, Kamis (26/5/2016), pelaku dan barang bukti dibawa ke Mako Brimob Polda Kaltim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Tim Gegana Polda Kaltim.
"Dari tadi malam kami lakukan koordinasi dengan Gegana. Prinsipnya kami tak mau hal yang tidak diinginkan terjadi, meskipun pelaku bilang untuk berburu. Tetap saja namanya bom itu berbahaya. Kalau lalai menyimpan, apa tidak manusia yang bisa jadi korban," urainya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/bom-berburu_20160526_175935.jpg)