Darurat Narkoba

Kurir Sabu: Ini Semua Demi Hidup

Dirinya mengetahui bahwa pekerjaan yang ia terima merupakan perbuatan melanggar hukum.

Kurir Sabu: Ini Semua Demi Hidup
TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
AW dan AA kurir sabu jaringan lapas Bayur Samarinda pasrah ditahan di Mapolda Kaltim. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Alasan ekonomi menjadi kata yang populer keluar dari mulut para tersangka tindak kriminal kasus narkotika, ketika ditangkap oleh pihak kepolisian.

Meskipun klise, namun tak bisa dipungkiri kebenaran bahwa faktor jepitan ekonomi disadari mampu membuat orang-orang berbuat nekat dan mengambil jalan pintas untuk mendapatkan uang sebagai penyambung hidup mereka.

Apalagi kebanyakan masyarakat tingkat ekonomi menengah ke bawah selalu dijadikan sasaran oleh bandar-bandar besar, mereka dijadikan alat penyambung untuk memuluskan bisnis haramnya.

Simaklah pengakuan dari tersangka yang berperan sebagai kurir sabu yang baru saja ditangkap di kilometer 30 jalan poros Samarinda-Balikpapan (31/5/2016) lalu.

AW (22), yang sehari-sehari bekerja sebagai buruh lepas, tak tahan membayangkan gelimang uang yang akan ia dapat ketika barang tersebut berhasil ia antarkan.

"Saya cuma jadi buruh di Samarinda, uang hasil antaran buat sekolah anak saya di Sulawesi," tuturnya.

AW mengaku sudah 3 kali ia menerima tawaran mengantar sabu, anataran pertama ia diberi imbalan Rp 2 juta, begitupun pada kesemapatan kedua dengan jumlah yang sama.

(Baca juga: Polisi Tangkap 2 Kurir Sabu asal Lapas Bayur Samarinda)

Namun antaran kali ketiga yang ia ambil, lebih besar 2 kali lipat dari sebelumnya yakni Rp 5 juta, mengingat sabu yang ia antar jauh lebih banyak dari sebelumnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved