TribunKaltim/

Anggota DPRD Justru Apresiasi Malaysia yang Bangun Wilayah Sengketa

program pembangunan yang dilaksanakan Malaysia itu mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat perbatasan.

Anggota DPRD Justru Apresiasi Malaysia yang Bangun Wilayah Sengketa
NikoRuru/TribunKaltim
Suasana Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, di pedalaman Kabupaten Nunukan. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN - Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Anto Bolokot memberikan apresiasi kepada Kerajaan Malaysia yang membangun di kawasan sengketa yang masih berstatus dalam tahap perundingan Republik Indonesia –Malaysia atau outstanding boundary problem (OBP) di Sungai Sumantipal-Sinapad, Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Anto Bolokot mengatakan, program pembangunan yang dilaksanakan Malaysia itu mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat perbatasan.

“Masyarakat sama sekali tidak mempermasalahkan pembangunan yang akan segera dilakukan Malaysia. Masyarakat justru mendapat harapan baru untuk masa depan yang lebih baik jika memang pembangunan tersebut terealisasi. Saya apresiasi kepedulian Malaysia,” ujarnya.

baca juga : Sebatik Direbut, Lumbis Ogong Terancam Pisah NKRI

Politisi Partai Golkar ini mengungkapkan, perekonomian warga di Kecamatan Lumbis masih jauh dari harapan.
“Sebanyak 85 persen masyarakat itu mencari kerja di Malaysia. Sangat-sangat bergantung sekali dengan Malaysia," katanya.

Secara geografis jarak Malaysia yang lebih dekat di perbatasan Republik Indonesia-Malaysia di Kecamatan Lumbis Ogong, membuat warga setempat terbiasa menjual hasil buminya ke wilayah Malaysia.

“Dari pada harus menempuh jarak yang jauh dengan medan yang sulit jika dijual ke wilayah lain di Indonesia. Ini hanya menguras tenaga, waktu dan fikiran,” ujarnya.

Malaysia menggelontorkan anggaran pembangunan hingga RM 300 juta atau sekitar Rp990 miliar dengan kurs RM1 senilai Rp3.300. Anggaran sebesar Rp990 miliar itu akan digunakan untuk membangun wilayah Sabah mulai dari Pegalungan hingga Bantul bahkan akan menyentuh wilayah sengketa Sumantipal-Sinapad yang juga diklaim Republik Indonesia.

"Itu menunjukkan Malaysia sangat serius terhadap warganya di perbatasan. Indonesia juga harus seperti itu," katanya.

Halaman
123
Penulis: Niko Ruru
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help