Berbekal Alat yang Diberi Nama BMKG Mini, Dosen dan Mahasiswa Cari Potensi Energi Alternatif

Alatnya itu diberi semacam pancuran air yang cukup deras, yang seolah dianggap sebagai guyuran air hujan.

Berbekal Alat yang Diberi Nama BMKG Mini, Dosen dan Mahasiswa Cari Potensi Energi Alternatif
tribunkaltim.co/Budi Susilo
Alat buatan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) yang diberi nama Automatic Weather Station (AWS) yang dipamerkan di ajang Teknologi Tepat Guna (TTG) IV Provinsi Kaltim, Rabu (20/7/2016). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Meski masih berusia sangat muda. Ibarat bocah yang baru belajar berjalan, namun Institut Teknologi Kalimantan (ITK) ternyata sudah mampu membuat terobosan teknologi tepat guna yang memberi kebanggaan bagi masyarakat Kalimantan Timur, bahkan Indonesia.

Prestasi yang ditorehkan dosen dan mahasiswa ITK tersebut terungkap oleh Tribun, saat meliput pentas Teknologi Tepat Guna IV Provinsi Kaltim yang berlangsung di Dome Sport Center, Rabu (20/7/2016).

Perguruan tinggi teknologi yang memiliki slogan Improving Technology for Better Future tersebut memamerkan hasil karya keterampilan bidang teknologi berupa alat Automatic Weather Station atau yang diberi nama BMKG Mini.

Di sela-sela kesibukannya memantau perangkat notebook, Yudi Tira Wiradinata (22), satu di antara mahasiswa yang membuat alat BMKG Mini itu menyempatkan waktu bercerita asal mula pembuatan BMKG mini tersebut.

BACA JUGA: Berdayakan Pemuda Tak Kuliah, Posyantek Riyoto Jadi Langganan Juara TTG ‪

Menurutnya, penciptaan alat pendeteksi cuaca itu dilakukan secara tim. "Kami menciptakannya sejak pertengahan tahun lalu, namun baru bisa rampung pada awal 2016 ini," ujar pria berkaca mata ini.

BMKG Mini sengaja diciptakan untuk memberikan alternatif dalam pencarian ukuran cuaca di suatu tempat.

Alat ini, lanjut Yudi pengukurannya sudah tersambung dengan sistem komputer, jadi pola kerjanya secara otomatis.

"Ada kabel penyambung antara logger AWS dengan komputer yang sudah di instal program MAWS terminal. Data-data yang terbaca akan otomatis terlapor di komputer. Dijamin hasilnya akurat, lebih ringkas, lebih cepat," tutur Yudi.

Alat tersebut ujar Yudi, memiliki daya guna yakni berperan dalam membaca kelembaban suhu, melihat arah dan kecepatan angin, mengukur radiasi matahari, melihat tekanan udara, dan membaca curah hujan.

Waktu di stand ITK pameran itu, Tribun diperlihatkan ujicoba penggunaan BMKG Mini.

Alatnya itu diberi semacam pancuran air yang cukup deras, yang seolah dianggap sebagai guyuran air hujan. Alhasil, benda itu bisa membaca curah air hujan, seberapa besar intensitas guyurannya.

Halaman
Penulis: Budi Susilo
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help