TribunKaltim/

Berita Eksklusif

Andai Terjadi Konfrontasi, Pesawat Tempur Bisa Mendarat di Bandara Darurat Perang Ini

Sepanjang kurang-lebih 11 kilometer di antaranya merupakan jalan lurus, terletak di Kecamatan Sesayap, Tana Tidung, Kalimantan Utara.

Andai Terjadi Konfrontasi, Pesawat Tempur Bisa Mendarat di Bandara Darurat Perang Ini
TRIBUN KALTIM/DOMU D AMBARITA
Masyarakat Kampung Apauping, Malinau memainkan musik menyambut rombongan Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Johny L Tobing. 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Andai terjadi konfrontasi Indonesia dan Malaysia, ketersediaan bandar udara untuk tempat mendarat dan lepas landas pesawat tempur tidak perlu lagi dipusingkan.

Sebab, menurut Bupati Tana Tidung Undunsyah, pemerintah setempat sedang mempersiapkannya.

Memang, kata Undunsyah, Pemkab Tana Tidung tidak membangun bandara baru.

Pemkab kini sedang membangun ruas jalan sepanjang hampir 100 kilometer.

Sepanjang kurang-lebih 11 kilometer di antaranya merupakan jalan lurus, terletak di Kecamatan Sesayap, Tana Tidung, Kalimantan Utara.

Baca: Kisah Unik dari Perbatasan Indonesia, Ayam pun Naik Helikopter

"Kita tidak tahu apa yang terjadi 10 atau 20 tahun lagi. Tapi yang pasti, jalan itu bisa jadi landing maupun take off pesawat tempur," kata Undunsyah.

Ia menandaskan, "jalan itu disiapkan untuk bisa jadi landasan darurat. Jika terjadi sesuatu keadaan darurat, itu bisa digunakan pasukan TNI untuk alternatif mendarat pesawat tempur."

Senin sore, pekan lalu, Undunsyah didampingi Wakil Bupati Tana Tidung Markus menerima kunjungan Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Johny L Tobing dan rombongan.

Pangdam mampir ke kantornya sebagai bagian dari silaturahmi sebagai pejabat baru, sekaligus rangkaian kerja ke perbatasan.

Halaman
123
Penulis: Domu D.Ambarita
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help