TribunKaltim/

Berita Eksklusif

Terpencil dan Terbelakang, Pangdam Janji Sampaikan Keluhan Warga Perbatasan ke Pemerintah

Mereka menari atas musik yang dimainkan sejumlah nenek renta dan laki-laki.

Terpencil dan Terbelakang, Pangdam Janji Sampaikan Keluhan Warga Perbatasan ke Pemerintah
TRIBUN KALTIM/DOMU D AMBARITA
Warga Kampung/Desa Apauping, Kecamatan Bahau Hulu, Kabupaten Malinau, Kaltara. 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Hari cerah. Pesawat terbang, jenis helikopter Bell 412 yang dipiloti Letnan Satu Yohanes Syaputra dan Copilot Letnan Dua Agus Budi mendarat di lapangan berumput, Kampung/Desa Apauping, Kecamatan Bahau Hulu, Kabupaten Malinau, Kaltara.

Heli mendarat berjarak kurang lebih 50 meter dari gedung SD 002 Bahau Hulu.

Dari ketinggian, sebelum heli mendarat, ratusan warga setempat telah bersiap menyambut tamu. Sekitar 20 kaum ibu mengenakan pakaian adat Dayak Kenyah Lepok Ke, telah bersiap menarikan tarian yang biasa dipertunjukkan menyambut tamu agung.

Mereka menari atas musik yang dimainkan sejumlah nenek renta dan laki-laki.

Siang itu, jelang tengah hari, tua-muda, anak-anak dan remaja, perempuan dan laki-laki mengenakan tradisi adat menyambut kedatangan Pangdam VI/Mulawarman sekaligus Panglima Operasi Penjaga Perbatasan Indonesia - Malaysia, Mayjen TNI Johny Lumintang berkunjung ke desa.

Baca: Andai Terjadi Konfrontasi, Pesawat Tempur Bisa Mendarat di Bandara Darurat Perang Ini

Selesai penyambutan dan pengalungan bunga serta pisau atau mandau khas Dayak, Pangdam melanjutkan kunjungan ke pos pantau Apauping.

Sepulang dari sana, dilanjutkan jamuan siang di Amin Adek (rumah adat).

Pangdam menangkap kesan mengenai keterpencilan dan keterbelakangan dari infrastruktur di desa ini. Dan ia hanya dapat mendengar dan menampung.

"Mengenai urusan pembangunan desa tertinggal dan keterisolasian akibat minimnya infrastruktur memang bukan tugas utama TNI, melainkan pemerintah daerah dan pemerintah pusat," ujar Johny, mantan Asisten Operasional KSAD.

Halaman
123
Penulis: Domu D.Ambarita
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help