TribunKaltim/

Pejabat Tinggi Malaysia Takjub Rasakan Nikmatnya Kopi Tarakan

Datuk Raymond merasa takjub atas cita rasa kopi yang berasa dari Tarakan, Kalimantan Utara dan produk jelly inaco yang dicicipinya

Pejabat Tinggi Malaysia Takjub Rasakan Nikmatnya Kopi Tarakan
(Hand Over)
Menteri Perindustrian Negeri Bagian Sabah Malaysia Datuk Raymond Tan (ketiga dari kiri) mampir ke booth Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu, Ibu Kota Negara bagian Sabah, Malaysia. Datuk membuka Sabah International Expo 2016 yang dilaksanakan di Magellan Sutera Harbour Resort, Kota Kinabalu, Kamis (15/9/2016). (Hand Over) 


TRIBUNKALTIM.CO - Menteri Perindustrian Negeri Bagian Sabah Malaysia Datuk Raymond Tan mencicipi produk Indonesia dalam pembukaan Sabah International Expo (SIE) 2016 di Magellan Sutera Harbour Resort, Kota Kinabalu, Kamis (15/9/2016).

Datuk Raymond merasa takjub atas cita rasa kopi yang berasa dari Tarakan, Kalimantan Utara dan produk jelly inaco asal Bekasi, Jawa Barat yang dicicipnya .

Datuk Raymond Tan mampir ke booth Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu, Ibu Kota Negara bagian Sabah, Malaysia. Saat itulah dia mencicipi produk-produk yang disajikan peserta pameran asal Indonesia.

Turut hadir dalam booth KJRI, Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu Akhmad DH Irfan. Ia juga mencicipi produk serupa yang ditawarkan para peserta.

Tri Utami, seorang pengusaha yang berasal dari UKM Tarakan, Kalimantan Utara mengatakan berusaha meningkatkan hubungan dagang dengan pengusaha Sabah, terutama ekspor-impor.

“Apalagi letak Sabah sangat dekat dan berbatasan langsung dengan Kalimantan Utara,” ujar Tri Utami.

  Peserta pameran asal Indonesia Sabah International Expo (SIE) 2016. (Hand-over)

BACA JUGA: Diduga Bakal Diselundupkan ke Sabah, 1.200 Kilogram Kepiting Diamankan Polair

Konsulat Jenderal Republik Indonesia Kota Kinabalu, Ibu Kota Negara bagian Sabah, Malaysia, turut berpartisipasi dalam acara Sabah International Expo (SIE) 2016. Ekspo ini digelar hingga Minggu (18/9/2016).

KJRI bekerja sama dengan pengusaha-pengusaha asal Indonesia di bidang Kerajinan Tangan, Tekstil, dan Makanan Ringan.

Misalnya produk inaco dari PT Niramas Utama, perusahaan yang berbasis di Bekasi, Jawa Barat.

Kemudian produk kopi blend tarakav dari UKM Tarakan (Kalimantan Utara) dan produk kue lapis Borneo Monica juga dari Tarakan.

BACA JUGA: Minim Masuk ke Kaltara, Wisman Umumnya Cuma Sampai Sabah dan Sarawak­

Lalu ada juga produk craft burhanuddin, batik gobang, produk bumbu masakan selera indo dan snack dari CV Karya Omega (Malang, Jawa Timur).

Sabah International Expo merupakan pameran perdagangan yang berlangsung tiap dua tahun. Pameran penting di Sabah yang bertujuan memberi tempat bagi peserta untuk bertemu dan mengadakan kontak bisnis, menampilkan produk terbaru yang dibawa oleh pengusaha atau perusahaan dari berbagai negara.

Pameran ini diikuti peserta dari Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) dan kawasan ASEAN secara luas.

Sabah International Expo (SIE) 2016 bertema “Sabah-Hub for Far East” yang dilaksanakan secara garis besar, berusaha menarik minat ekonomi dan komersial ke Sabah.

Konsul Fungsi Ekonomi KJRI Kota Kinabalu Hendro Retno Wulan, menyebutkan Sabah dikenal memiliki sumber alam yang kaya dan mempunyai kekuatan tiga juta pelanggan pasar.

BACA JUGA: Beginilah Penampakan Gadis Dayak: Kulit Mulus, Wajah Menawan, Pakai Lipstik dan Hak Tinggi

Potensi yang dimiliki Sabah merupakan hub, yakni pusat penghubung yang ideal untuk para pedagang dari Indonesia ke Asia Tenggara dan Asia Timur, yakni China, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Hong Kong.

‘Saya berharap para pengusaha Indonesia yang mengikuti SIE supaya dapat menemukan kerja sama bisnis yang menguntungkan sehingga meningkatkan perekonomian kedua belah pihak,” kata Wulan melalui rilis yang diterima www.TribunKaltim.co.

Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu Akhmad DH Irfan, mengatakan Sabah International Expo 2016 merupakan momen tahunan yang bagus untuk para pelaku bisnis Indonesia yang ingin mengembangkan jembatan ke kawasan Asia Timur.

“Selain sebagai jembatan yang strategis untuk perdagangan, pengusaha Indonesia dapat melihat peluang perdagangan lainnya, karena Sabah merupakan daerah yang kaya dengan sumber alam dan budaya,” kata Akhmad.

Pada saat yang sama, KJRI Kota Kinabalu juga membuat pameran mini produk Indonesia di Indonesia Promotion Centre (IPC) di Centre Point Mall, Tingkat 4 , Lot 34A yang saat ini sudah memasuki minggu ke-2. Acara IPC dijadwalkan akan berakhir pada 29 September 2016. (*)

***

Baca berita unik, menarik, eksklusif dan lengkap di Harian Pagi TRIBUN KALTIM

Perbarui informasi terkini, klik  www.TribunKaltim.co

Dan bergabunglah dengan medsos:

Join BBM Channel - PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co,  follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Editor: Domu D.Ambarita
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help