Torabika Soccer Championship
Perang Dua Jenderal, Sore Ini Persiba Jamu PBFC
Dua pemain senior yang sama-sama menjadi ikon tim akan bentrok pada laga ini. Bima Sakti di kubu Persiba, dan Ponaryo Astaman di kubu PBFC.
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Perang jenderal. Itulah titel yang layak disematkan untuk duel derbi Kaltim antara Persiba Balikpapan melawan Pusamania Borneo FC pada lanjutan pekan ke-20 Torabika Soccer Championship (TSC) 2016, Sabtu (17/9/2016), di Stadion Parikesit Balikpapan.
Dua pemain senior yang sama-sama menjadi ikon tim akan bentrok pada laga ini. Bima Sakti di kubu Persiba, dan Ponaryo Astaman di kubu PBFC.
Kedua pemain ini adalah pemain senior sekaligus panutan bagi para pemain muda. Menariknya, kedua pemain sama-sama kelahiran Balikpapan.
Jelang laga, Bima Sakti memuji sosok Ponaryo. Gelandang gaek ini bercerita, Ponaryo adalah gelandang terbaik yang dimiliki Indonesia. Sejauh ini, Bima melihat pemain yang biasa disapa Popon ini masih tetap menunjukkan tajinya sebagai jendral lapangan tengah.
"Dia pemain berkualitas dan punya shooting jarak jauh dan umpan-umpan yang sangat baik untuk penyerang," ujar pemain bernomor punggung 11 ini.
Baca: Pusamania Ingin Bertandang ke Stadion Persiba, Ketua Dirigen Balistik: Kami Welcome Saja
Selain menjadi pemain, di Persiba Bima juga menjabat sebagai asisten pelatih. Ia menuturkan, selama ini ia selalu menjalin hubungan yang harmonis dengan Ponaryo.
"Ia juga dari Balikpapan. Walau kita di dalam lapangan adalah musuh, namun di luar lapangan kita masih teman, saudara dan hubungan kita tetap baik. Namun, yang jelas, besok (hari ini) kita berdua akan fight, dia (Ponaryo) akan membela klubnya dan saya membela Persiba," tuturnya.
Bima Sakti yang lahir di Balikpapan, 2 Januari 1976 mengungkapkan, meski asli Balikpapan, namun Ponaryo harus dapat menjaga emosinya di depan penonton Balikpapan saat pertandingan hari ini.
"Saya belum pernah main sama-sama di Stadion Persiba, baik ketika masih junior di Piala Suratin di Balikpapan, saya tak pernah sama-sama karena ia masih senior saya. Namun, di pertandingan ini, kita harus jaga emosi dan Ponaryo juga harus jaga emosi. Dia anak Balikpapan harus tampil secara profesional, namun tetap fight. Jangan sampai memancing atmosfir emosi penonton. Emosi penonton pasti di sini akan menekan, seperti Okto kemarin, pasti di-pressure oleh penonton. Dan itu jangan sampai jadi masalah. Penonton juga kan memberikan suport ke tim Persiba agar bisa lebih baik lagi," ujar Bima.
Baca: Ingin Kembali Bangun Silaturahmi, Pusamania Kecewa Tak Diizinkan ke Stadion Persiba
Di pertandingan putaran pertama, Persiba kalah 0-1 atas PBFC. Saat itu, Beruang Madu tanpa diperkuat Bima Sakti. Maka dari itu, pemain terbaik PSM Makassar di Liga Indonesia tahun 2000 ini pun akan siap, jika pelatih Persiba Jaino Matos memainkannya.
Bima mengungkapkan, kalau masalah kesempatan untuk bermain, ia percaya ke coach Jaino, karena posisinya di Samarinda dulu itu hampir sama seperti itu.
"Sudah heboh di koran dan di media massa. Juga pas di konferensi pers, sudah kayak petinju saling berhadapan mengalahkan, namun pas di hari H-nya, si Teles kartu merah dan saya sudah pemanasan juga, Ledi Utomo kartu kuning dua kali juga, jadi saya dipanggil oleh coach Jaino, harus ganti Ledi dan Absor Fauzi masuk. Jadi saya bilang tak apa-apa coach," paparnya.
Bagi dia, derbi Kaltim adalah pertandingan penuh gengsi. Harus persiapkan mental dan persiapkan tim karena ini adalah pertandingan yang penting untuk tim Persiba.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pbfc-vs-persiba_20160513_180149.jpg)