TribunKaltim/

Ini Petunjuk Dokter untuk Bumil Memilih Olahraga yang Tepat

Namun risiko tersebut dapat dihindari asalkan mengikuti prosedur serta intensitas yang sesuai bagi ibu hamil (bumil).

Ini Petunjuk Dokter untuk Bumil Memilih Olahraga yang Tepat
iStockPhoto/Shironosov
Ilustrasi. 

TRIBUNKALTIM.CO - Olahraga menjadi salah satu kebutuhan manusia. Tujuannya selain membuat tubuh segar bugar juga menghindari tubuh dari berbagai macam penyakit.

Bahkan penyakit seperti flu dan deman akan jarang terinfeksi oleh tubuh jika sering berolahraga. Sebab berolahraga juga dapat merangsang sistem hormon kekebalan tubuh.

Namun terkadang bagi seorang ibu hamil merasa was-was jika berolahraga disaat hamil. Hal-hal yang sering ditakutkan oleh ibu hamil disaat ingin berolahraga adalah risiko keguguran, dehidrasi hingga badan cepat pegal.

Namun risiko tersebut dapat dihindari asalkan mengikuti prosedur serta intensitas yang sesuai bagi ibu hamil (bumil). Menurut dr. Raditya Perdhana, Sp.OG dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Pertamina Balikpapan menganjurkan olaharaga teratur bagi ibu hamil.

Sebab beberapa manfaat dapat dirasakan ketika sedang mengandung calon buah hati yang diidamkan. Manfaatnya yang dirasakan ketika olaharag yaitu mengencangnya otot-otot tubuh khususnya di daerah panggul.

BACA JUGA:Ini Cara Alami Mendapatkan Bulu Mata yang Tebal dalam Waktu 7 Hari

Selain memperkuat otot, berolahraga dapat meningkatkan kapasitas oksigen yang masuk ke dalam tubuh. Kemudian dengan sering berolahraga otomatis pergerakan napas bagi calon ibu dapat teratur sehingga saat mengedan nanti tidak sulit.

"Justru olahraga itu dianjurkan saat hamil. Tujuannya untuk mengencangkan otot rahim, vagina dan daerah panggul. Supaya melatih pernapasan, melatih mengedan dan memperlancar persalinan," kata Raditya.

Namun perlu diingat ketika berolahraga pilihlah olahraga yang low impact. Olahraga jenis ini tidak membutuhkan berat tubuh sebagai media dalam berolahraga. Contohnnya olahraga low impact adalah jalan pagi, yoga, senam ibu hamil dan yoga.

Raditya menyarankan supaya menghindari olahraga yang high impact seperti bermain basket, sepak bola, atau olahraga yang menguras fisik secara berlebih.

Halaman
12
Penulis: Jino Prayudi Kartono
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help