Seni Budaya

Angkat Budaya Lokal, Berharap Batik Kaltim Bisa Go International

Tidak hanya bekerja sendiri, Fanti dibantu tim ahlinya untuk saling bekerja sama menciptakan produk baru.

Angkat Budaya Lokal, Berharap Batik Kaltim Bisa Go International
TRIBUN KALTIM/AYUK FITRI
Ibu-ibu PKK Desa Wisata Gunung Binjai berlatih membatik. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Terjun ke bisnis batik, Fanti Wahyu Nurvita melalui industri batik 'Hasandra' miliknya memiliki misi dan cita-cita terpuji.

Wanita pengusaha asal Kutai ini ingin memperkenalkan batik khas Kalimantan Timur hingga menembus pasar Internasional (go international).

"Aku pecinta seni, semua yang berbau etnik dan seni aku suka. Sebagai putri daerah (Kutai), pengen berbuat sesuatu untuk daerahku. Aku pilih mengangkat batik khas Kaltim dengan mengembangkan motif‑motif baru dan kekinian sehingga dunia Internasional mau melirik Kaltim melalui karya‑karyaku di Hesandra," ungkap Fanti kepada Tribun Kaltim, Sabtu (1/10/2016) kemarin.

Tidak hanya bekerja sendiri, Fanti dibantu tim ahlinya untuk saling bekerja sama menciptakan produk baru. Motif batik yang diciptakan tidak sembarangan, karena dibalik motif tersebut terdapat filosofi dan ceritanya.

Baca: Tak hanya Lengkung Dayak, Inilah Satu Motif Batik Khas Balikpapan

"Masing‑masing karakter yang ditampilkan sudah melalui proses survei ahlinya seperti para tetua adat atau para ahli di bidang tersebut. Sehingga karya batik yang dihasilkan tidak terkesan asal‑asalan," ujarnya.

Menurut Fanti, hasil karya kalau indah saja tidak cukup, tetapi tetap harus berpijak dan berpihak pada budaya lokal yang memang diangkat.

Ribuan motif yang telah diciptakan wanita ini mengaku motif yang menjadi favorit di kalangan pembeli yaitu motif Dayak Kenyah. Sementara itu, dari penjualan Fatin mengaku produknya semakin mengalami peningkatan.

"Alhamdulillah penjualan sudah sampai ke provinsi lain dan pasar internasional walaupun masih retail tetapi rutin," ungkapnya.

Halaman
1234
Penulis: Ayuk Fitri
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help