Rabu, 15 April 2026

Berita Eksklusif

Ada Kampung Zombie di Samarinda, Ini Awal Kisahnya Disebut Begitu

Posisi bukti yang cukup tinggi, namun mudah dijangkau para remaja, ditambah suasana sejuk dari banyak pepohonan di sana, membuat remaja gemar datang.

TRIBUN KALTIM/CHRISTOPER DESMAWANGGA
Rev bekas ngelem di Bukit Kampung Zombie Berserakan. Kampung zombie terletak di Bukit Mangkuliat, Samarinda Seberang. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tidak hanya ancaman narkoba di kalangan anak muda Kota Samarinda, kali ini remaja-remaja usia di bawah 20 tahun kecanduan menghirup lem.

Bahkan, salah satu kawasan di Kota Samarinda, yakni Samarinda Seberang sampai dijuluki 'Kampung Zombie'.

Kampung zombie merupakan julukan yang sering dikatakan warga sekitar akibat sebagian anak mudanya menjadi linglung hingga kehilangan kesadaran. Mereka sering mengisap lem yang diduga telah membuat saraf menjadi rusak.

Dalam beberapa bulan terakhir, selain disebut sebagai kawasan lahirnya geng remaja, anak-anak remaja di Samarinda Seberang yang berusia 7-17 tahun kecanduan mengisap lem. Hampir di seluruh kawasan Samarinda Seberang menjadi titik berkumpulnya remaja ngelem bersama kelompok gengnya.

Parahnya lagi, remaja-remaja itu tak hanya mengisap lem saat berkumpul, namun juga menenggak minuman keras, hingga berhubungan melakukan seks bebas.

Tonton juga: VIDEO - Bahaya! Kampung 'Zombie' Ternyata Ada di Kalimantan

Ketua Karang Taruna Kelurahan Mangkupalas, Samarinda Seberang, Rusdiansyah Rais menjelaskan, dari pantauannya selama beberapa bulan terakhir, tempat yang menjadi favorit remaja berkumpul mengisap lem, antara lain Bukit Mangkuliat, di pinggir Jalan Patimura.

Posisi bukti yang cukup tinggi, namun mudah dijangkau para remaja, ditambah suasana sejuk dari banyak pepohonan disana, membuat remaja gemar datang ke sana, siang hingga malam hari.

Bukit tersebut juga strategis untuk memantau pergerakan aparat kepolisian maupun Satpol PP yang hendak menertibkan mereka.

Di bawah bukit tersebut, terdapat permukiman warga yang rata-rata merupakan tempat tinggal remaja-remaja itu.

"Tempatnya cukup stretegis untuk mereka memantau aparat dari ketinggian, jadi dari bukit ini, jarak pandang mereka cukup luas, hingga dapat megawasi gerak gerik aparat," tuturnya.

Tempat lainnya yang menjadi tempat berkumpul remaja untuk ngelem, Tugu Monumen Amin, Teluk Cinta, Gunung Lonceng, puncak tower pemancar salah satu televisi nasional, pinggir Jl Manunggal, Jl Selat Karimata, Air Terjun, Terminal bus Banjarmasin-Samarinda, Jl Padaelo, TK Rajawali, gang Karya Muharam, hingga kawasan Kampung Baqa.

Baca: Akibat Kebiasaan Ngelem Menahun, Kehidupan Pemuda Ini Bagai Zombie

Tribun berkesempatan melihat langsung aktivitas remaja yang kerap mengisap lem. Rata-rata mereka remaja putus sekolah, dengan penyebab beragam. Diketahui mereka bukanlah anak yang kurang mampu, dan hidup mereka cukup berkebutuhan.

Sj (14), seorang remaja yang terlibat ngelem mengaku dirinya dan teman-temannya memang kerap mengisap lem di Bukit Mangkuliat. Selain strategis tempatnya untuk memantau pergerakan aparat, di bukit itu juga terdapat tempat untuk kawanan cilik tersebut bersembunyi dari tangkapan aparat.


TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP -- Remaja ngelem di kampung zombie di Bukit Mangkuliat, Samarinda Seberang.
Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved