TribunKaltim/

Rapat Paripurna Istimewa HUT, Dua Unsur Pimpinan Dewan Absen

Ironisnya momen paripurna yang hanya terjadi sekali setahun itu tidak dihadiri oleh dua dari 3 unsur pimpinan DPRD Bontang.

Rapat Paripurna Istimewa HUT, Dua Unsur Pimpinan Dewan Absen
tribunkaltim.co/udin dohang
Rapat Paripurna istimewa DPRD Bontang dalam peringatan HUT ke-17 Kota Bontang, Rabu (12/10/2016). 
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Udin Dohang
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG-- Usai mengikuti upacara peringatan HUT ke-17 Kota Bontang, Dewan‎ Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, menggelar rapat paripurna istimewa, di ruang sidang utama DPRD, Rabu (12/10/2016).
Ironisnya momen paripurna yang hanya terjadi sekali setahun itu tidak dihadiri oleh dua dari 3 unsur pimpinan DPRD Bontang. Dua pimpinan yang absen yakni Ketua DPRD Kaharuddin Jafar dan Wakil Ketua I, dr Etha Rimba Paembonan.
Sidang pun akhirnya hanya dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD Bontang, Faisal. Tidak ada penjelasan resmi mengenai alasan ketidakhadiran 2 unsur pimpinan DPRD tersebut.
Hadir dalam sidang istimewa ini, Walikota Bontang Neni Moerniaeni, Wakil Walikota Bontang Basri Rase, Kepala SKPD dan FKPD, Ketua Penggerak PKK Hapidah, Walikota periode 2001-2011 Andi Sofyan Hasdam, puluhan undangan yang mewakili unsur tokoh masyarakat, agama dan tokoh pemuda.
Rapat Paripurna istimewa DPRD Bontang
Rapat Paripurna istimewa DPRD Bontang dalam peringatan HUT ke-17 Kota Bontang, Rabu (12/10/2016).
Dalam sambutannya, Faisal menjelaskan berdirinya Bontang menjadi kota otonom tidak terlepas dari perjuangan pemuda. Salah satunya yang dianggap paling berjasa yakni kelompok tim 11‎ sebagai pemrakarsa pemekaran Bontang.
"Sejarah berdirinya Bontang tidak lepas dari perjuangan pemuda. Salah satunya adalah tim 11 yang jadi pemrakarsa pemekaran Bontang dari Kabupaten Kutai" ujar Faisal.
Sebagai bentuk apresiasi kepada para pejuang daerah, Faisal meminta agar pemerintah memberikan penghargaan kepada pihak-pihak dinilai berjasa bagi kemajuan Bontang.‎
Seperti mantan Walikota dan Wawali Bontang mulai dari periode pertama, mantan pimpinan dan Anggota DPRD, serta anggota tim 11 yang jadi pemrakarsa pemekaran Bontang.
"Kalau kita ingin besar, maka mulai sekarang kita harus belajar menghargai jasa-jasa para pahlawan daerah. Bentuknya tidak mesti materi tapi cukup dengan monumen agar kita tidak lupa sejarah lahirnya Bontang," tuturnya. (*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Penulis: Udin Dohang
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help