Senin, 20 April 2026

Ovitrap, Hambat Perkembangbiakan Nyamuk DBD

Gerakan PSN ini dapat dilakukan dengan menaburkan abate atau dengan menggunakan ikan cupang.

HO
Seekor nyamuk betina Aedes aegypti menyedot darah manusia. Namuk jenis ini dapat menularkan penyakit demam berdarah dengue, dan virus Zika. (James Gathany/Centers for Disease Control and Prevention) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) semakin hari semakin mangkhawatirkan.  

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan hingga Oktober 2016 tercatat sebanyak 3.549 kasus  DBD dengan jumlah kematian 25 orang.

Untuk menekan pertumbuhan jentik nyamuk Aedes aegypti, sebagai salah satu penanggulangan DBD, Dinkes menyosialisasikan gerakan Pemberantasam Sarang Nyamuk (PSN).

Gerakan PSN ini dapat dilakukan dengan menaburkan abate atau dengan menggunakan ikan cupang. Namun selain itu, ternyata ada langkah lainnya yakni dengan ovitrap.

Baca: Katanya Mirip, Yuk. . . Kenali Beda Gejala Penyakit Tifus dan DBD

Kepala Dinkes Balikpapan Ballerina mengatakan, ovitrap merupakan inovasi dan strategi baru untuk pengendalian penyakit DBD.

Dengan ovitrap, pertumbuhan nyamuk dapat dihambat sehingga dapat memutus mata rantai atau siklus perkembangbiakan nyamuk sehingga dapat menekan populasi nyamuk.

“Upaya promotif preventif-nya DBD yaitu PSN dan 3M, untuk PSN, selain memakai ikan cupang atau memakai abate ada inovasi barunya dengan memakai ovitrap, “ katanya.

Ovitrap sendiri merupakan alat yang dibuat untuk merangkap telur dan nyamuk dewasa.

Alat ini berupa wadah berisi air yang ditutupi jaring sehingga telur-telur nyamuk yang menetas dan menjadi nyamuk dewasa tidak mampu keluar dari wadah tersebut.

Dengan demikian nyamuk tak dapat mencari makan sehingga mati.

Menurutnya, penggunaan ovitrap ini efektif digunakan terlebih bagi masyarakat yang menampung air untuk memenuhi kebutuhan air sehari – hari.

Baca: Pemberdayaan Masyarakat Kunci Mengentaskan DBD, Ovitrap Lebih Efektif Ketimbang Fogging

Ia menjelaskan, penggunaan ovitrap cukup efektif dan praktis diterapkan sehingga mudah untuk diterapkan masyarakat.

“Ovitrap dapat digunakan khususnya untuk masyarakat yang memakai penampungan air  supaya airnya tetap bebas jentik nyamuk, “ katanya. (*)

*****
Baca berita unik, menarik, eksklusif dan lengkap di Harian Pagi TRIBUN KALTIM
Perbarui informasi terkini, klik  www.TribunKaltim.co
Dan bergabunglah dengan medsos:
Join BBM Channel - PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co,  follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim
Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved