Tingkatkan Kompetensi Apoteker, IAI Gelar Seminar Pelayanan Napza dan Obat Prekursor

Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Kesehatan yang jatuh pada 12 November mendatang.

TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD ALIDONA
Gelaran Seminar Perkembangan Pelayanan Kefarmasian dalam Penanganan Napza dan Obat Prekursor, Minggu (6/11/2016) di Hotel HER, Jalan MT Haryono Balikpapan. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Alidona

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kompetensi apoteker se-Kalimantan Timur, Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia Balikpapan menggelar Seminar Perkembangan Pelayanan Kefarmasian dalam Penanganan  Napza dan Obat Prekursor, Minggu (6/11/2016) di Hotel HER, Jalan MT Haryono Balikpapan.

Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Kesehatan yang jatuh pada 12 November mendatang.

Sedikitnya 250 apoteker se-Kalimantan menghadiri seminar, di antaranya dari Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Kutai Kartanegara.

Sementara itu, para pembicara yang mengisi kegiatan tersebut yakni P Triwulaningksih, Dimas Purwo Nugroho dari BNN Kota Balikpapan, dan Djuhani Prihatna Putri.

Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Nasrudin, mengungkapkan kegiatan ini juga berguna untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terkait Napza dan prekursor. Baik dari sisi regulasi, pengetahuan dasar, maupun praktek di lapangan.

(Baca juga: Polair Amankan 1.800 Liter Solar Ilegal yang Diangkut Kapal Klotok )

"Terutama bagi sejawat apoteker sebagai salah satu pelaksana utama dalam pelayanan kesehatan. Termasuk dalam pelayanan pasien pengguna Napza dan pelayanan swamedikasi yang umumnya mengandung prekursor," ujarnya.

“Memang sebetulnya narkotika, psikotropika, dalam pelayanan untuk jalur resmi banyak ditangani oleh apoteker dalam sehari-harinya. Oleh karena itu kita memberikan bekal kepada para apoteker agar selalu memberikan edukasi ke pasien," ujarnya.

Karena banyak obat yang mengandung napza, narkotika psikotropika, dan prekursor tersebut secara inti (disalahgunakan, red) dalam pembuatan sabu dan ekstasi. Jadi lebih hati-hati mengeduksi pasien, sehingga bisa memilah-milah,” katanya.

Kegiatan seminar ini juga merupakan salah satu program kerja continuing professional development (CPD) untuk meningkatkan kemampuan para apoteker, terutama dalam hal memberikan pelayanan terkait Napza dan prekursor. (*)

*****
Baca berita unik, menarik, eksklusif dan lengkap di Harian Pagi TRIBUN KALTIM
Perbarui informasi terkini, klik  www.TribunKaltim.co
Dan bergabunglah dengan medsos:
Join BBM Channel - PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co,  follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved