TribunKaltim/

Berita Unik

Tak Capai Target, Perusahaan Ini Hukum Karyawannya Makan Ulat Hidup

Sebuah perusahaan penjual perlengkapan furnitur rumah tangga di Tiongkok memiliki cara yang terbilang aneh untuk meningkatkan kinerja para pekerjanya.

Tak Capai Target, Perusahaan Ini Hukum Karyawannya Makan Ulat Hidup
straitimes
Ulat hidup 

TRIBUNKALTIM.CO -- Sebuah perusahaan penjual perlengkapan furnitur rumah tangga di Tiongkok memiliki cara yang terbilang aneh untuk meningkatkan kinerja para pekerjanya.

Perusahaan yang terletak di Hanzhong, Provinsi Shaanxi, akan memberikan hukuman kepada seluruh pekerjanya jika kinerja mereka buruk dan tidak memenuhi target.

Dilansir melalui laman straittimes, pihak perusahaan akan memberikan hukuman kepada para pekerjanya untuk memakan ulat hidup-hidup bagi mereka yang memiliki kinerja buruk.

Hukuman ini diketahui sudah berlaku sejak pekan lalu, (8/11/2016) dimana terlihat terdapat sekitar 50 pekerja yang mengenakan seragam kerja dilaporkan berkumpul di lapangan gedung pertokoan.

Baca: Dikasih Makanan Gratis Kerja Karyawan jadi Semangat

Tampak seorang pria membawa dua buah plastik.

Plastik yang pertama berisi sumpit, gelas plastik dan dua botol minuman keras.

Sementara itu plastik lainnya berisi ulat-ulat kumbang hidup berwarna kuning kecoklatan.

Berdasarkan laporan, beberapa pekerja yang memiliki kinerja buruk akan dipanggil namanya satu per satu untuk dihukum meneguk minuman tersebut yang telah ditambahkan ulat.

Para pekerja baik wanita maupun pria pasrah mengikuti segala instruksi yang dilontarkan oleh bos mereka dan meminum seluruh isi gelas tersebut.

Seorang pegawai toko tersebut mengaku, jika para pekerja akan dikumpulkan setiap paginya untuk melaporkan kinerja serta target yang telah mereka capai selama satu hari bekerja kepada supervisor.

Jika mereka gagal dalam mencapai target maka keesokan harinya akan diberikan hukuman.

Baca: Segera Resign Bila Kamu Mengalami 4 Tanda Ini? dan Cari Pekerjaan Baru Deh!

"Hukuman yang diberikan bagi tiap pekerja yang kehilangan satu orang pelanggan akan dihukum dengan memakan 4 ekor ulat hidup," ujar seorang pekerja yang diketahui bernama Cao.

Cao mengatakan jika hukuman yang diberlakukan tersebut bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para pekerja untuk lebih giat bekerja.

Kendati demikian, setelah berita ini mencuat, pihak perusahaan ini menuai beragam kecaman publik, lantaran hukuman ini dianggap melanggar hak asasi manusia. (*)

Penulis: Ayuk Fitri
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help