TribunKaltim/

Pinjaman Rp 340 M dari PT SMI Tunggu Kesiapan Lahan Proyek

Jika sudah ada komitmen dan kesepakatan akad kredit, uang pinjaman akan dimasukkan ke dalam APBD.

Pinjaman Rp 340 M dari PT SMI Tunggu Kesiapan Lahan Proyek
TRIBUN KALTIM/JUNISAH
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Muhammad Arfan

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Merealisasikan awal pembangunan rumah sakit tipe B tampaknya harus menunggu waktu beberapa saat. Sebab kucuran anggaran pemprov belumlah tersedia.

Ada opsi meminjam dana dari lembaga keuangan di bawah Kementerian Keuangan, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebanyak Rp 340 miliar.

Bahkan opsi ini tengah berproses di mana antara pihak pemprov dan PT SMI kata Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie, sudah ada persetujuan awal.

"Masih berproses terus, tetapi sudah disetujui. Tinggal nanti gubernur dan DPRD mengevaluasi. Karena pinjaman itu tidak digunakan juga tidak apa-apa," kata Irianto, Senin (28/11/2016).

Jika sudah ada komitmen dan kesepakatan akad kredit, uang pinjaman akan dimasukkan ke dalam APBD. Besaran dana yang diangarkan di APBD itulah yang akan dikucurkan untuk membiayai pembangunan rumah sakit.

"Jadi tidak uangnya sekaligus disetujui Rp 300-an miliar, langsung di-drop PT SMI. Berapa kemajuan pekerjaan, itu yang dibayar oleh PT SMI," ujarnya.

Menurut Irianto, pembangunan rumah sakit bisa saja diawali tahun depan nanti. Hanya saja ada persoalan yakni belum tersedianya lahan yang representatif.

"Perlu ada ketepatan lokasi yang lebih bagus dari lahan yang ada sekarang. Saya sudah minta Dinkes dan Dinas PU siapkan kajian teknis lahannya. Atau bisa juga koordinasi dengan Pemkab Bulungan mungkin ada lahan yang bisa dihibahkan. Kan untuk kepentingan masyarakat juga," sebutnya.

Awalnya ada beberapa proyek strategis pemprov yang direncanakan kerjasama pembiayaan dengan PT SMI. Hanya saja belakangan hanya pembangunan rumah sakit yang disepakati. Rencana-rencaba tersebut seperti pembangunan jalan Tanah Kuning-Mangkupadi-Kampung Baru-Karang Tigau-Batas Bulungan Berau dengan rencana pembiayaan Rp 300 miliar.

Pembangunan jalan auther ringroad di Bulungan senilai Rp 350 miliar, pematangan lahan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor Rp 300 miliar, pembangunan  jalan ring road Kota Tarakan Rp 250 miliar, serta  pembangunan jembatan Jelarai dan jalan pendekat ke KBM Tanjung Selor senilai Rp 100 miliar.

"Hanya rumah sakit saja yang kami setujui. Kalau rumah sakit kan pelayanan publik yang sangat strategis," ujarnya.

Skema pengembalian pinjaman sebut Irianto, selain akan dianggarkan di APBD setiap tahun, juga akan disokong pendapatan atas pelayanan rumah sakit yang diselenggarakan BLUD (Badan Layanan Umum Daerah). (*)

 

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help