Darurat Narkoba

Beragam Tingkah Anggota Dewan Ketika Dites Urine Mendadak, Bagaimanakah Hasilnya?

Ketua DPRD Samarinda, Alphad Syarif menjadi yang pertama melakukan tes urine, lalu diikuti oleh anggota DPRD lainnya.

Beragam Tingkah Anggota Dewan Ketika Dites Urine Mendadak, Bagaimanakah Hasilnya?
TRIBUNKALTIM.CO/CHRISTOPER DESMAWANGGA
Anggota DPRD Samarinda mengisi formulir mengikuti tes urine yang dilakukan oleh BNNP Kaltim di gedung DPRD Samarinda, Rabu (30/11/2016). 

Laporan wartawan TribunKaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim menggelar tes urine secara mendadak kepada anggota DPRD Kota Samarinda.

Tes dadakan tersebut membuat sejumlah anggota dewan kaget. Kendati demikian anggota dewan tetap mengikuti tes urine secara tertib.

Sekitar enam petugas BNNP, lengkap dengan sejumlah perlengkapan tes urine telah siap di ruang Sekretaris Dewan (Sekwan), dari pukul 11.00 Wita. Namun, karena seluruh anggota DPRD tengah mengikuti sidang paripurna di rumah jabatan wali kota, tes urine pun ditunda hingga pukul 16.30 Wita, hingga anggota dewan datang ke gedung DPRD.

Baca: Ajukan Skripsi Maupun Tesis, Mahasiswa di Kampus Ini akan Diwajibkan Tes Urine

Ketua DPRD Samarinda, Alphad Syarif menjadi yang pertama melakukan tes urine, lalu diikuti oleh anggota DPRD lainnya.

Bertempat di toilet Sekwan, yang terdapat di lantai dua gedung DPRD, satu persatu anggota dewan mulai melakukan tes urine.

"Saya sangat mendukung kegiatan ini, saya pikir ini sangat positif untuk menghapus imej buruk anggota dewan. Dan jika hasilnya nanti negatif semua, tentu ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat. Tapi, kalau ada anggota dewan yang terbukti positif menggunakan narkoba, silahkan BNN proses," tutur Alphad Syarif, Rabu (30/11/2016).

Baca: BREAKING NEWS - Memalukan! Oknum Anggota DPRD Tertangkap Mengisap Sabu Bersama Wanita Penghibur

Tingkah laku anggota dewan pun beragam dalam tes urine dadakan tersebut. Ada yang penasaran dengan hasilnya, ada yang tidak bisa buang air kecil, bahkan ada yang disuruh buang air ulang karena buang air kecilnya tidak di toilet yang ditentukan oleh BNN.

"Kalau tidak ada yang beritahu saya ada tes urine, saya langsung pulang ke rumah. Terlebih saat dihubungi saya sudah berada di kawasan Samarinda Seberang, jadi kembali lagi untuk tes urine," ungkap Jasno dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).

Dari 45 anggota DPRD Samarinda yang ada, hanya 35 anggota dewan saja yang mengikuti tes urine. Sisanya belum diketahui penyebabnya tidak dapat mengikuti tes urine pada hari itu.

Sedangkan hasilnya, dari 35 anggota dewan yang mengikuti tes urine, seluruhnya dinyatakan bebas dari narkoba. (*)

Ikuti kami di
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Syaiful Syafar
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About us
Help