Horeee. . . Tahun Depan 5 Bus Damri Ber-AC akan Tiba di Daerah Ini, Segini Tarifnya

Seperti diketahui, beroperasinya bus-bus Damri ini dimaksudkan untuk menghilangkan aktivitas percaloan yang kerap merugikan masyarakat.

Horeee. . . Tahun Depan 5 Bus Damri Ber-AC akan Tiba di Daerah Ini, Segini Tarifnya
kontan
Bus Damri 

Laporan wartawan TribunKaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Tahun 2017 mendatang, sebanyak 5 unit bus Damri baru bantuan dari Pemerintah Pusat akan tiba di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Berbeda dengan sebelumnya, 5 unit bus yang akan tiba ini sudah dilengkapi dengan pendingin ruangan atau bisa disebut Air Conditioner (AC).

Seperti diketahui, beroperasinya bus-bus Damri ini dimaksudkan untuk menghilangkan aktivitas percaloan yang kerap merugikan masyarakat. Dan dari sisi harga, tarif yang dikenakan sangat membantu masyarakat.

Seperti ongkos Tanjung Selor-Berau yang biasanya berkisar dari Rp.100ribu hingga Rp.150ribu, menjadi hanya Rp.50ribu saja. Sementara untuk jurusan Tanjung Selor-Malinau yang biasanya dipatok Rp.250ribu, menjadi hanya Rp.120ribu saja.

Dan yang paling menguntungkan, karena masih disubsidi, berapapun jumlah penumpang yang ada bus Damri pasti akan selalu berangkat.

Dengan demikian kata Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Kaltara Asnawi, Rabu (30/11/2016), jumlah bus Damri yang ada di Kabupaten Bulungan menjadi 11 unit.

"Yang sudah ada 6 unit," ujar Asnawi.

Tahun 2017 mendatang, rencananya akan dibuka 3 trayek baru yakni Tanjung Selor-Tanah Kuning, Tanjung Selor-Long Beluah (Bhayangkara) dan Tanjung Selor-Kabupaten Tana Tidung (KTT).

Biasanya, jalur-jalur ini khususnya Long Beluah biasa dijangkau dengan transportasi air.

Rencananya, bus-bus yang baru ini akan menggantikan bus Damri lama yang sebelumnya sudah beroperasi dijalur yang sudah lebih dahulu dibuka.

Dibanding trayek yang baru dibuka, trayek terdahulu ini memang menurutnya jauh lebih panjang. Dan ditegaskannya, tidak akan ada kenaikan harga.

"Bus yang baru datang kan AC, itu kita buat untuk jalur panjang. Yang non-AC nanti untuk jalur pendek," ujarnya.

Berdasarkan pengamatan selama ini kata Asnawi, hasil evaluasi terhadap bus-bus Damri yang sudah lebih dahulu beroperasi, cukup baik.

Hanya saja kata dia, keberadaan bus Damri ini belum bisa sepenuhnya mengakomodir keperluan masyarakat. Dimana karena bus yang beroperasi dalam 1 hari hanya 1 unit, banyak warga yang waktunya tidak bersesuaian, memilih menggunakan jasa angkutan lain selain bus Damri.

"Kalau waktu masyarakat nggak sesuai, jadi dia nggak bisa ikut," katanya. (*)

Ikuti kami di
Penulis: Doan E Pardede
Editor: Syaiful Syafar
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About us
Help