La Nyalla Siapkan Pembelaan untuk Hadapi Tuntutan 6 Tahun Penjara

Misalnya, uang yang digunakan La Nyalla untuk membeli saham perdana Bank Jatim merupakan peminjaman, dan sudah dikembalikan.

La Nyalla Siapkan Pembelaan untuk Hadapi Tuntutan 6 Tahun Penjara
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur, La Nyalla Mattalitti menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (30/11/2016). La Nyalla Matalitti ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Kadin Jawa Timur tahun 2012 pada 16 Maret 2016. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur, La Nyalla Mattalitti akan mengajukan nota pembelaan (pleidoi) atas tuntutan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

La Nyalla tetap membantah melakukan korupsi dana hibah.

"Saya pribadi dan penasehat hukum akan menyampaikan pembelaan Yang Mulia," ujar La Nyalla kepada Majelis Hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Pengacara La Nyalla, Aristo Pangaribuan mengatakan, materi pembelaan nantinya akan menjawab isi dakwaan Jaksa penuntut umum.

Tim pengacara menilai, tuntutan Jaksa tidak sesuai dengan fakta-fakta yang diperoleh selama persidangan.

Misalnya, uang yang digunakan La Nyalla untuk membeli saham perdana Bank Jatim merupakan peminjaman, dan sudah dikembalikan.

Baca: Tuntutan La Nyalla Dibacakan Hari Ini

Selain itu, pertanggungjawaban atas dana hibah Kadin telah didelegasikan kepada Wakil Ketua Kadin, yakni Diar Kusuma Putra dan Nelson Sembiring.

Selain itu, menurut La Nyalla, pengembalian uang dan pendelegasian wewenang telah dilampirkan bukti-bukti administrasi yang jelas.

La Nyalla dituntut 6 tahun penjara oleh Jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

La Nyalla juga dituntut membayar denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Selain itu, Jaksa juga menuntut La Nyalla membayar uang pengganti Rp 1,1 miliar.

Baca: Jaksa Sebut Eksepsi Pengacara La Nyalla Mengada-ada

Jika tidak dibayar setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka hartanya akan dilelang.

Namun, jika hartanya tidak mencukupi, maka diganti pidana penjara 3 tahun dan 6 bulan.

Jaksa menilai La Nyalla telah terbukti melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara.

La Nyalla terbukti menyalahgunakan wewenang dalam penggunaan dana hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2011 hingga 2014. (Abba Gabrillin)

Ikuti kami di
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About us
Help