Home »

Opini

Opini

Penambahan Alat Keselamatan di SPBU, Perlunya Martil dan Fire Blanket

Penulis mengusulkan agar disediakan alat pemukul/pemecah kaca seperti martil terbuat dari besi atau sejenisnya seperti pada angkutan umum

Penambahan Alat Keselamatan di SPBU, Perlunya Martil dan Fire Blanket
TRIBUNKALTIM.CO/SAMIR PATURUSI.
Kebakaran yang terjadi di SPBU Km 1,5, Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) medio November lalu. Tragis, dalam musibah ini seorang bocah tewas.Dari musibah ini, kiranya perlu ada penambahan alat keselamatan di SPBU. 

Oleh Haritsah Burhan, S.E., M.M.
Dosen ASMI Airlangga Balikpapan
haritsah_b@yahoo.co.id

Haritsah Burhan, S.E., M.M.
Haritsah Burhan, S.E., M.M.

MUSIBAH kebakaran terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Sebuah mobil terbakar saat mobil tersebut melakukan pengisian bahan bakar di jeriken dalam kabin di SPBU yang terletak di Kelurahan Penajam, Penajam Paser Utara.

Kejadian tersebut berlangsung, Senin 14 November 2016 lalu.

Musibah tersebut tidak hanya menyebabkan kerugian materi tapi juga mengakibatkan tewasnya bocah bernama Muhaimin berusia tujuh tahun yang merupakan anak dari pengendara mobil.

Kematian siswa SD kelas 2 tersebut terbilang tragis karena terbakar dalam mobil dan tidak sempat diselamatkan oleh siapapun.

Saat kejadian tersebut berlangsung, bocah yang bersekolah di SDN 014 Penajam tersebut duduk di kiri depan.

Baca: VIDEO – Inilah Rekaman CCTV Saat SPBU Terbakar di Penajam Menewaskan Bocah Tujuh Tahun

Sang ayah bukannya tinggal diam melihat kebakaran tersebut.

Seperti yang diwartakan Tribun Kaltim, 16 November lalu, ia berusaha mencoba membuka pintu sebelah kiri tempat sang anak duduk.

Namun usaha tersebut gagal dan ia mencoba pintu sebelah kanan samping setir dan hasilnya juga sama.

Terlepas dari apapun penyebab kedua pintu mobil tidak bisa dibuka, kebakaran tersebut menggambarkan perlunya respon penyelamatan yang cepat bagi pengendara yang terjebak dalam kendaraan.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About us
Help