TribunKaltim/

Dicurigai Hendak Merampok, Satpam Mengamankan Seseorang dengan Riwayat Gangguan Jiwa

Saat itu, orang yang dicurigai hendak melakukan tindak kejahatan itu, masuk ke Pegadaian dengan membawa badik.

Dicurigai Hendak Merampok, Satpam Mengamankan Seseorang dengan Riwayat Gangguan Jiwa
tribunkaltim.co/christoper desmawangga
Kantor Pegadaian cabang Pasar Segiri dihebohkan dengan seseorang yang dicurugai hendak melakukan tindak kejahatan, Senin (5/12/2016). 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Petugas keamanan Pegadaian cabang Pasar Segiri mengamankan seorang yang diduga hendak melakukan perampokan di kantor cabang tersebut.

Saat itu, orang yang dicurigai hendak melakukan tindak kejahatan itu, masuk ke Pegadaian dengan membawa badik, lalu sempat menanyakan ke petugas tentang tata cara melakukan pegadaian.

Namun, setelah diberitahu caranya oleh petugas, orang yang diketahui bernama Adi Bahagia Rahman (30) itu tetap mondar mandir di sekitar kantor pegadaian.

Curiga dengan tingkah laku orang tersebut, petugas keamanan langsung mengamankan dan menyerahkannya ke kepolisian Polsekta Samarinda Ulu.

"Yang jelas orang itu belum ngapa-ngapain, tidak ada dia ngerampok atau mengancam, dia diamankan karena satpam dan nasabah curiga dengan orang itu, langsung diamankan," ucap salah satu saksi, Taufik (32), Senin (5/12/2016).

Baca: Jangan Bully Orang yang Mengidap Gangguan Jiwa

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Ulu, Iptu Yunus Kelo menjelaskan, pelaku diketahui memiliki riwayat gangguan jiwa.

Pasalnya, saat diinterogasi oleh petugas kepolisian, jawaban pelaku tidak jelas dan selalu memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan pertanyaan dari petugas.

"Kami sudah konfirmasi ke keluarga, dia ternyata memang pernah punya riwayat gangguan jiwa. Tidak ada indikasi dia mau melakukan perampokan. Dan, saat ini kami tengan menunggu keluarganya untuk membawanya," tutur Iptu Yunus.

"Saat di Pegadaian itu, dia menanyakan hendak menggadaikan motornya, tapi tidak ada surat-suratnya, setelah diberi penjelasan oleh petugas di sana, ternyata dia datang lagi dan nanya macam-macam," tambahnya.

Dia pun meminta kepada pihak keluarga untuk mengawasi dan menjaga anggota kelurganya tersebut.

Karena bukan tidak mungkin orang yang memiliki riwayat gangguan jiwa, dapat berbuat di luar kehendaknya, maupun melakukan penyerangan ke warga sekitar, terlebih saat itu, yang bersangkutan membawa senjata tajam. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help