TribunKaltim/

Ternyata Ini Pemicu Keributan di Lapas Tarakan

“Secara umum kita akan mengontrol terus kondisi keamanan di lapas,” katanya.

Ternyata Ini Pemicu Keributan di Lapas Tarakan
TRIBUN KALTIM / JUNISAH
Personel Detasemen Brimob berjaga-jaga di depan Gedung Lapas Klas II A Tarakan, Rabu (7/12/2016). 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Suasana keributan di Lapas Tarakan Rabu (7/12/2016) akhirnya berangsur kembali normal, setelah dilakukan negoisasi antara kepolisian dan petugas Lapas Tarakan.

Wakapolres Tarakan, Kompol Riski Farah Shandy mengungkapkan, keributan ini bermula ketika ada salah satu napi narkoba  bernama Peda yang rencananya akan dibawa keluar Kota Tarakan.

Para napi di lapas tidak ingin Peda dibawa keluar Kota Tarakan sehingga membuat keributan.

 “Karena rasa bentuk solidaritas kepada Peda ini akhirnya warga binaan dan napi di dalam lapas ini langsung membuat keributan dengan memecahkan kaca yang di beberapa ruangan dan melempar batu dari dalam lapas,” ucapnya.

Menurut Riski, situasi di dalam lapas sejauh ini  aman, setelah dilakukan negoisasi antara kepolisian dan perwakilan petugas lapas.

Peda sementara dikembalikan ke dalam Lapas, sampai melihat situasi dan kondisi di dalam lapas kondusif.

Riski menambahkan, meskipun kondisi lapas kembali normal dan aman, pihaknya secara umum tetap terus memantau pengamanan di lapas.

“Secara umum kita akan mengontrol terus kondisi keamanan di lapas,” katanya.   

Sementara, saat Peda yang mengenakan kaos putih dengan kaki sedikit pincang ini,  dibantu para petugas lapas masuk kembali ke dalam lapas, setelah sempat dibawa keluar, terdengar suara teriakan gembira dan tepuk tangan meriah dari napi di lapas.

Mereka menyambut hangat kedatangan Peda. (*)

Penulis: Junisah
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help