Debitur tak Bayar Angsuran Kredit, BTN Siapkan Penanganan Hukum dari Kejaksaan Negeri

Dwihatmo Arisumasto, Kepala Cabang BTN Balikpapan, mengungkapkan kerjasama ini terbentuk karena ditemui adanya kesulitan dalam melakukan pembinaan par

Debitur tak Bayar Angsuran Kredit, BTN Siapkan Penanganan Hukum dari Kejaksaan Negeri
TRIBUN KALTIM/AMANDA LIONY
Dwihatmo Arisumasto, Kepala Cabang BTN Balikpapan, melakukan tanda tangan perjanjian kerjasama, didampingi Pudi Djunaedi, Kepala Cabang BTN Syariah Balikpapan (kiri) dan, Kepala Kejari Balikpapan, Budi Utarto (kanan), Rabu (14/12/2016). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sentil debitur nakal yang sengaja tak melakukan pembayaran angsuran atau pelunasan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Balikpapan (BTN) beserta PT Bank Tabungan Negara Syariah (Persero) Tbk (BTN Syariah) Balikpapan, meminta bantuan hukum Kejaksaan Negeri (Kejari) Balikpapan untuk melakukan penanganan usaha bidang hukum tata usaha negara.

Bantuan ditunjukkan dalam bentuk perjanjian kerjasama antara BTN Balikpapan dengan Kejari Balikpapan, yang ditandatangani pada Rabu (14/12/2016) langsung di ruang serbaguna Kantor Kejari Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman, Stal Kuda, Balikpapan Selatan, Kaltim.

Dwihatmo Arisumasto, Kepala Cabang BTN Balikpapan, mengungkapkan kerjasama ini terbentuk karena ditemui adanya kesulitan dalam melakukan pembinaan para debiturnya, terutama debitur KPR.

"Dalam pelaksanaannya, ada debitur yg membayar secara lancar, namun ada juga yang tidak tepat membayar sesuai komitmen. Alasan pun bermacam-macam, seperti kemampuannya, kondisi ekonomi yang memang sudah tak sanggup. Tapi ada juga yang membandel. Bahkan, ada yang diluar dugaan sengaja "ngibulin" bank untuk dapat fasilitas pembiayaan," kata Dwi menjelaskan.

Baca: KPR Pilih Suku Bunga Flat atau Floating, Simak Keuntungan Masing-masing

Baca: Bank Enggan Salurkan KPR, Penjualan Rumah Murah Lesu

Dia mengungkapkan, sebelum dilakukan tindakan secara represif, pihaknya terlebih dulu melakukan teguran melalui surat secara resmi, agar debitur segera melakukan pembayaran angsuran.

Selain surat, pihaknya juga mendatangi langsung untuk melakukan pembinaan, dan mencari tahu penyebab debitur terlambat atau menunggak pembayaran.

Bahkan, lanjutnya, ada pula debitur yang tak bisa dibina, justru sengaja tak membayar.

Maka BTN dengan bantuan Kejari Balikpapan akan melakukan tindakan. Namun tindakan akan dilakukan sesuai dengan kesepakatan antara pihak perseroan dan debitur.

"Secara psikologis, ini menjadi shock therapy debitur jika berhubungan dengan kejaksaan. Diharap mereka bisa lebih aware dan peduli kewajibannya untuk membayar angsuran kreditnya. Sebab KPR itu kan aset negara, jika debitur berani, maka sama saja mereka melawan hukum negara," jelas Dwi.

Kesepakatan kedua lembaga berbeda tersebut, sudah resmi berlaku mulai saat ini.

Diharapkan, aset negara yang selama ini susah didapat dapat dikembali secara perlahan melalui bantuan Kejari. (*)

Penulis: Amanda Liony
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved