Interupsi Achmad Rosyidi Ingatkan Statemen ‎Gubernur

Menurut dia, blunder yang dilakukan Gubernur non aktif DKI Jakarta jangan sampai terjadi di Kaltim.

Interupsi Achmad Rosyidi Ingatkan Statemen ‎Gubernur
Facebook/Ahmad Rosyidi
Ustadz Ahmad Rosyidi 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Anggota Fraksi PPP-Nasdem DPRD Kaltim, Ahmad Rosyidi interupsi sebelum sidang paripurna ditutup.

Interupsi terkait statemen gubernur dikhawatirkan menjadi blunder, seperti yang dialami gubernur non aktif DKI Jakarta (Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok) berujung proses hukum.

"Ketua dan Wakil Ketua, Bapak Gubernur dan Sekda. Izinkan saya untuk mengingatkan kita semua, agar memberikan statemen berhati-hati menyampaikan pendapatan apapun," kata Rosyidi, anggota Komisi IV DPRD Kaltim, sebelum rapat paripurna pengesahan KUA-PPAS di Gedung Utama DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Kamis (15/12/2016).

Menurut dia, blunder yang dilakukan Gubernur non aktif DKI Jakarta jangan sampai terjadi di Kaltim. Ia mengingatkan, agar pernyataan gubernur Kaltim lebih hati-hati dalam menyampaikan pendapatnya.

Baca: Gubernur Anggap Warga Kaltim yang Ikut Demo di Jakarta Potensi Jadi Teroris

"Saya berharap, khususnya Gubernur untuk tidak memberikan statemen-statem yang meresahkan. Seperti aksi 212 kemarin ‎yang dihadiri Presiden, Menhankam, Kapolri, dan panglima," ucapnya, di hadapan Gubernur dan Pimpinan DPRD Kaltim.

‎Rosyidi menjelaskan, menyampaikan pendapat memang diatur dalam UUD 1945 pasal 28. Tetapi, kata dia, pendapat yang tidak menimbulkan atau meresahkan masyarakat. (*)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved