Berita Pemkab Kutai Timur

Lanal Gencarkan Gerakan Tanam Mangrove, Cegah Abrasi Sekaligus Peringati Hari Armada

Kegiatan didahului penyerahan bibit oleh Danlanal secara simbolis kepada perwakilan masyarakat untuk kemudian ditanam secara serentak.

Lanal Gencarkan Gerakan Tanam Mangrove, Cegah Abrasi Sekaligus Peringati Hari Armada
HO_HUMAS SETKAB KUTIM
Sebagai bentuk upaya pelestarian lingkungan agar tetap asri, Lanal Sangatta menggelar aksi gerakan tanam mangrove serentak di pesisir pantai Kutim yang melibatkan banyak pihak. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Kegiatan penghijauan lingkungan rupanya saat ini tengah menjadi tren berbagai kalangan, sebagai upaya pelestarian lingkungan agar tetap asri. Dengan alasan itu pula, dalam rangkaian peringatan Hari Armada RI ke 71 tahun 2016 ini, Lanal Sangatta menggelar aksi gerakan tanam mangrove serentak di pesisir pantai di Kutim.

Pencanangan kegiatan penghijauan yang melibatkan jajaran Pemkab Kutim, SMKN 2 Sangatta Utara, Basarnas, dan organisasi pemuda dicanangkan di sekitar di Pantai Kenyamukan Sangatta Utara, Jumat (16/12) lalu.

Apresiasi disampaikan langsung oleh Wabup Kutim Kasmidi Bulang yang hari itu ikut melakukan penananam mangrove. Dia mengatakan bahwa kegiatan yang dipelopori oleh jajaran TNI AL di Lanal Sangatta merupakan program positif untuk menjaga bibir pantai dari ancaman abrasi.

Menurut Kasmidi, upaya mempertahankan pantai di kawasan Kenyamukan dari bahaya abrasi sangat penting. Mengingat sebagian daratan sekitar Pelabuhan Kenyamukan diperlukan untuk mendukung program pembangunan jalur tol laut 8 yang dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo.

“Sebab Mei 2017, pelabuhan kita di Kenyamukan, mau tidak mau, suka tidak suka harus menjadi jalur utama perjalanan tol 8. Untuk tahun 2017, Kutim dapat 1 rute program Presiden RI berupa jalur tol laut pelayaran yang disinggahi oleh kapal-kapal besar. Salah satunya di Kalimantan Timur adalah Sangatta yaitu di pelabuhan Kenyamukan,” kata Kasmidi.

(Baca juga: Wujudkan Zero Narkoba, Seluruh Pegawai Dinas Dites Urine )

Untuk itu dia mengharapkan masyarakat Kutim, Sangatta khususnya, bisa bekerja sama dan menjaga agar pembangunan Pelabuhan Kenyamukan bisa cepat terlaksana. Jalur tol laut tersebut nantinya akan menghubungkan Surabaya, Makassar, Sangatta, dan Pulau Nyamuk Nunukan. Jalur utama di laut itu nantinya bukan menjadi lintasan kapal kecil saja melainkan kapal kargo.

Danlanal Letkol Laut (P) Mulyan Budiarta mengatakan kegiatan penanaman Mangrove dilaksanakan secara serentak di seluruh pangkalan laut di jajaran Armada RI kawasan Timur.

Mulai dari Tegal sampai ke Jayapura dan Merauke. Kegiatan tersebut semestinya dilaksanakan sejak pukul 08.00 Wita. Namun karena faktor pasang surut air laut baru terlaksana pukul 14.30 Wita pada saat surut terendah.

“Mangrove yang ditanam pada kegiatan ini kurang lebih 750 bibit pohon. Merupakan bagian dari kontribusi TNI AL, berkat dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat sekitar untuk menjaga pesisir di sekitar Pantai Kenyamukan,” jelasnya.

“Semoga pantai ini terjaga ekosistemnya dan tentunya abrasi semakin berkurang. Mudah-mudahan tahun 2017, dermaga yang sudah jadi bisa digunakan dan pantainya tetap selalu terjaga,” tambah Danlanal.

Selain Danlanal Letkol Laut (P) Mulyan Budiarta dan Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang, beberapa pejabat juga turut terlibat dalam aksi tersebut. Diantaranya Kapolres Kutim AKBP Rino Eko, Camat Sangatta Utara Didi Herdiansyah, perwakilan instansi, pelajar, Basarnas, dan organisasi masyarakat.

Kegiatan didahului penyerahan bibit oleh Danlanal secara simbolis kepada perwakilan masyarakat untuk kemudian ditanam secara serentak. (advertorial/hms11)

Editor: Kholish Chered
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help