TribunKaltim/

Berita Pemkab Kutai Timur

Wabup Tinjau Pilkades di Delapan TPS, Warga Diminta Hormati Prosedur dan Berjiwa Besar

Di pesta demokrasi tingkat desa ini, dia meminta hasil proses pemilihan dihormati.

Wabup Tinjau Pilkades di Delapan TPS, Warga Diminta Hormati Prosedur dan Berjiwa Besar
HO_HUMAS SETKAB KUTIM
Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang, ditemani jajaran FKPD meninjau langsung proses pemungutan suara di TPS 2 Desa Teluk Kaba, Sangatta Selatan, Selasa (20/12/2016) (Irfan_Humas Pemkab Kutim) 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kutai Timur (Kutim) 2016 secara serentak di 17 kecamatan minus Kecamatan Kombeng berjalan kondusif dan lancar, Selasa (20/12). Terdapat 77 desa di Kutim yang menghelat pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Pemilihan pemimpin di satuan terkecil penyelenggaraan pemerintahan ini menjadi salah satu program perangkat desa membantu Pemkab Kutim menggerakan roda ekonomi dan pemerintahan. Pada hari pelaksanaan, Wabup Kasmidi Bulang secara khusus meninjau pelaksanaan pemungutan suara di delapan TPS.

Pelaksanaan Pilkades dimulai pukul 07.30 hingga 13.00 Wita. Sekitar pukul 09.00 Wita, Kasmidi ditemani Camat Sangatta Utara Didi Herdiansyah, Kapolres Kutim AKBP Rino Eko, Dandim 0909 Letkol Inf Setyo Wibowo dan jajaran muspida lainnya langsung bergerak ke TPS-TPS.

TPS pertama yang dikunjungi yaitu di kawasan Gang Melati di Jalan Margosantoso, Kecamatan Sangatta Utara RT 41. TPS ini sejak pagi sudah dipadati warga. Komari, salah seorang warga, sejak pukul 07.00 Wita sudah berada di TPS untuk mencoblos. Ini menjadi hak suara pertama yang diberikan olehnya pada Pilkades tahun ini. "Saya salurkan hak pilih untuk menyukseskan Pilkades. Tidak golput," katanya.

Selanjutnya rombongan bergeser ke TPS 13 dan TPS 59 di Kecamatan Sangatta Utara yang memiliki Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 606 orang. Dalam kesempatan itu, Kasmidi mengecek surat suara dan DPT warga yang sudah mencoblos dan yang belum menyalurkan hak suaranya.

Perjalanan dilanjutkan menuju Desa Teluk Singkama, Kecamatan Sangatta Selatan. Terdapat TPS 01 dengan DPT 403 orang. Kemudian rombongan bergeser menuju Desa Teluk Kaba terpantau ada DPT 434 orang berada di TPS 2 yang menggunakan bangunan kelas SD 008.

Nah, dalam sidak ini ditemukan masalah, yaitu 50 persen jumlah DPT warga tidak mencoblos dengan berbagai alasan. Seperti tidak mempunyai KTP tapi mempunyai undangan, dan sebaliknya ada warga yang tidak mempunyai undangan tetapi memiliki KTP.

Ketua Kelompok Penyelenggaraan Pemungutan Suara (KPPS) Desa Teluk Kaba, Agus Salim, mengutarakan memang sudah jauh-jauh hari warga berinisiatif melaporkan jika tidak memiliki undangan. Lima hari sebelum pelaksanaan Pilkades, warga harus berperan menjemput bola.

"Ini terjadi kesadaran masyarakat masih kurang proaktif. Jadi kami melakukan sesuai arahan Perbup, tidak ada undangan tidak bisa mencoblos, " ujarnya.

Agus juga menyebut ada Ketua RT bernama Effendi tidak bisa menyalurkan hak suaranya. Padahal ada administrasi lengkap seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK). Untuk itu, dia mengimbau kepada Ketua RT untuk melaksanakan sosialisasi. Sehingga tak terjadi lagi komunikasi yang lemah. Koordinasi bisa dilakukan bersama camat.

Sementara itu, Kasmidi langsung menganggapi permasalahan ini dengan bijak. Dia mengatakan, pembenahahan administrasi di tingkat desa harus segera dilakukan, agar tidak sampai terjadi kekeliruan dikemudian hari. "Ada komunikasi yang tidak jalan, (namun) jangan merusak jalannya Pilkades," tegasnya.

Kasmidi menambahkan para pihak harus melakukan pembenahan terkait administrasi data dan verifikasi. Setelah Pilkades, Pemkab menggelontorkan dana 2 Miliar untuk desa-desa. Pembenahan gaji RT sudah ditingkatkan untuk menunjang kerja RT yang cukup berat sebagai bentuk perhatian pemerintah.

Di pesta demokrasi tingkat desa ini dia meminta hasil proses pemilihan dihormati. Artinya, kepala desa yang sudah terpilih berarti sudah dipercaya untuk memimpin.

"Saya menghimbau untuk yang belum bisa menyalurkan hak suara agar berjiwa besar. Jangan merusak pesta demokrasi ini, tidak berdebat, dan hormati prosedur," tambah Wabup yang menutup kegiatan sidak TPS di Desa Kandolo Kecamatan Teluk Pandan. (advertorial/hms13)

Editor: Kholish Chered
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help