Berita Pemkab Kutai Timur

Ribuan TK2D Ikuti Tes Kompetensi Dasar, Wabup: Pekerjaan Jangan Dijadikan Sampingan

Tahapan evaluasi TKD meliputi wawasan kebangsaan, intelijensi, karakteristik, perilaku, kedisiplinan, juga presensi kehadiran.

Ribuan TK2D Ikuti Tes Kompetensi Dasar, Wabup: Pekerjaan Jangan Dijadikan Sampingan
HO_HUMAS SETKAB KUTIM
Saat membuka tes Kompentensi TKD kalangan TK2D, Wabup Kutim Kasmidi berpesan jangan jadikan TK2D sebagai pekerjaan samping. TK2D harus serius, disiplin, dan mencintai pekerjaannya. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Sebanyak 2.879 Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) dari tingkat pendidikan DIII sampai dengan S3 mengikuti program evaluasi Tes Kompetensi Dasar (TKD). Sebanyak 1.857 TK2D zona 1, meliputi peserta dari Kecamatan Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Teluk Pandan, Bengalon, Rantau Pulung, menjalani tes di Gedung Serba Guna Bukit Pelangi, Rabu (21/12).

Kemudian sebanyak 419 TK2D di zona 2, terdiri dari Kecamatan Kaliorang, Sangkulirang, Sandaran, Kaubun, Karangan, menjalani tes di Kecamatan Sangkulirang.

Berikutnya 319 TK2D di zona 3, Muara Wahau, Telen, Kongbeng, mengikuti tes di Kecamatan Muara Wahau. Dan terakhir, 284 TK2D di zona 4 , Kecamatan Batu Ampar, Muara Ancalong, Muara Bengkal, Busang, dan Long Mesangat, mengikuti tes di Muara Bengkal.

Wabup Kasmidi Bulang saat membuka kegiatan mengatakan tujuan digelarnya TKD adalah mengevaluasi kembali kinerja pelayanan abdi negara dari kalangan TK2D. “Penilaian tidak hanya melihat dari kehadiran peserta TK2D mengikuti tes saja,” tegas Wabup Kasmidi.

Kasmidi menyebut kegiatan evaluasi untuk tenaga kontrak daerah merupakan hal yang wajar demi peningkatan kualitas pelayanan. Menurut Wabup hal tersebut juga pernah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kertenegara. Yakni mengevaluasi seluruh honorer dan selanjutnya memangkas sebanyak 2.000 TK2D.

(Baca juga: Wabup Ajak Bela Negara dengan Memberantas Narkoba )

Walaupun TK2D tidak sama dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS), namun Wabup tetap meminta agar TK2D tidak menjadikan pekerjaan ini sebagai sampingan saja. Terlebih bagi tenaga kerja kontrak yang masih berharap panggilan pekerjaan dari perusahaan.

Wabup menegaskan bahwa tes serupa akan kembali dilaksanakan tahun depan, sebagai bentuk perbaikan dan peningkatan mutu pelayanan yang diberikan oleh TK2D. Selain penilaian tes, aspek penilaian lainnya juga akan dihitung.

Meliputi kedisiplinan pegawai di saat jam masuk hingga pulang kerja, daftar kehadiran (presensi), kecakapan TK2D dalam memaksimalkan kinerja, serta penilaian dari pimpinan di masing-masing SKPD. Usai membuka TKD, Wabup mengkroscek keabsahan soal ujian.

“Wah soalnya steril, bersegel. Tidak akan mungkin bocor,”pungkas Kasmidi.

Sementara Ketua Panitia Evaluasi TK2D BKPP, Drs Sudirman Latief, menjelaskan tahapan evaluasi TKD meliputi wawasan kebangsaan, intelijensi, karakteristik, perilaku, kedisiplinan, juga presensi kehadiran.

Sudirman berharap melalui tes ini dapat menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) TK2D berkualitas dan profesional dalam memberikan pelayanan prima. Nantinya hasil tes para TK2D akan dispesifikasikan ulang berdasarkan keahliannya. Sebagai contoh misalnya sarjana kebidanan nantinya dapat ditempatkan di rumah sakit, klinik, atau puskesmas.

“Jadi penempatan TK2D sesuai kebutuhan, berdayaguna, dan efektif,”tutup Sudirman. Selanjutnya pada Kamis (22/12) dilaksanakan tes serupa untuk TK2D tingkat pendidikan SD sampai DII sebanyak 2.914 orang. Jadi total TK2D yang mengikuti evaluasi adalah 5.793 orang. (advertorial/hms15)

Editor: Kholish Chered
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help