Berita Pemkab Kutai Timur

Perjalanan Berat, TK2D Pedalaman dan Pesisir Semangat Ikuti Tes Evaluasi

Ada yang rela menggunakan sepeda motor melintasi jalan pintas yang berlumpur. Ada pula yang bersama-sama rombongan menyewa speedboat dan perahu.

Perjalanan Berat, TK2D Pedalaman dan Pesisir Semangat Ikuti Tes Evaluasi
HO_HUMAS SETKAB KUTIM
Saat membuka tes Kompentensi TKD kalangan TK2D, Wabup Kutim Kasmidi berpesan jangan jadikan TK2D sebagai pekerjaan samping. TK2D harus serius, disiplin, dan mencintai pekerjaannya. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Selesai pelaksanaan tes seleksi dan evaluasi tenaga kerja kontrak daerah (TK2D) Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) tingkat DIII sampai S3, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) kembali menggelar tes serupa untuk tingkat SD sampai DII.

Jika jenjang DIII-S3 jumlahnya 2.879 orang, maka untuk tingkat SD-DII diikuti oleh 2.914 peserta, yang terbagi dalam empat zona. “Untuk zona 1 sebanyak 2.098 orang, zona 2 berjumlah 252 orang, zona 3 yakni 207 orang, dan zona 4 yaitu 357 orang,” kata Kepala BKPP Zainuddin Aspan.

Tes untuk zona 1, meliputi peserta dari Kecamatan Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Teluk Pandan, Bengalon, Rantau Pulung di Gedung Serba Guna, Bukit Pelangi. Zona 2 terdiri dari Kecamatan Kaliorang, Sangkulirang, Sandaran, Kaubun, dan Karangan. Tes dilaksanakan di Kecamatan Sangkulirang.

Zona 3 terdiri dari Muara Wahau, Telen, dan Kongbeng, bertempat di Kecamatan Muara Wahau. Adapun zona 4 adalah peserta dari Kecamatan Batu Ampar, Muara Ancalong, Muara Bengakal, Busang, dan Long Mesangat. Tes bertempat di Muara Bengkal.

(Baca juga: Hari Juang Kartika, Kodim Sangatta Tanam 400 Pohon )

Peserta tes di zona 1 mungkin mudah menjangkau lokasi penyelenggaraan ujian. Namun berbeda dengan yang dialami para peserta dari zona lainnya, yakni pedalaman dan pesisir. Contohnya peserta tes dari zona 2, karena harus mengeluarkan biaya besar untuk perjalanan panjang dan berat, akibat jauhnya jarak antar kecamatan dan mahalnya biaya transportasi.

Akhmad Rosadi dari BKPP yang dipercaya sebagai Ketua Tim Pelaksanaan Tes TK2D di zona 2, mengatakan banyak peserta yang umurnya sudah hampir paruh baya mesti meluangkan waktunya untuk mengikuti tes dimaksud.

Ada yang rela menggunakan sepeda motor melintasi jalan pintas yang berlumpur. Ada pula yang bersama-sama rombongan menyewa speedboat atau perahu untuk bisa menghemat biaya perjalanan. Tidak hanya TK2D yang bertugas sebagai staf administrasi, namun juga guru dan penyuluh pertanian.

“Bahkan pesertanya ada yang baru datang hingga menjelang malam. Karena melihat situasi kondisi peserta yang menempuh perjalanan panjang dan melelaskan, maka kami pihak panitia sengaja memberi dispensasi waktu untuk pelaksanaan tes. Menyesuaikan tiap-tiap peserta yang datang,” kata Rosadi yang menjabat Kabid Dokumentasi dan Informasi BKPP Kutim.

Rosadi didampingi Kasubid Dokumentasi dan Pelaporan serta seorang Stafnya Ratu Sinta mengaku terharu dan sangat mengapresiasi perjuangan TK2D untuk bisa sukses mengikuti ujian ini. Dia berharap TK2D dengan komitmen dan semangat kerja tinggi seperti inilah yang bisa terus diberi kesempatan untuk mengabdi.

Selanjutnya demi efisiensi, pelaksanaan ujian juga dipadatkan, yaitu seluruh peserta baik SD-DII dan DII-S3 melakukan tes bersamaan dalam satu hari. Panitia menggunakan dua gedung sekolah yaitu SMA 1 dan MIN di Kecamatan Sangulirang.

Khusus di zona 2 yang seharusnya diikuti sebanyak 252 orang, akhirnya hanya melibatkan 187 TK2D saja. Sebab sebanyak 65 TK2D yang bertugas di Rumah Sakit Pratama Sangkulirang sudah mengikuti tes dan ujian seleksi sebelum peresmian operasional rumah sakit.

Secara umum ujian berjalan lancer, disaksikan para camat di kecamatan pesisir yang sengaja datang untuk memberi dukungan kepada para bawahannya. Tujuan digelarnya tes TKD kali ini adalah mengevaluasi kembali kinerja pelayanan abdi negara dari kalangan TK2D. (advertorial/hms3)

Editor: Kholish Chered
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help