Berita Pemkab Kutai Timur

Jajaki Pembangunan Penangkaran Buaya, Pemkab Bakal Gandeng BKSDA Kaltim

BKSDA memberikan rekomendasi kepada Pemkab Kutim untuk dapat membuat penangkaran buaya.

Jajaki Pembangunan Penangkaran Buaya, Pemkab Bakal Gandeng BKSDA Kaltim
TRIBUN KALTIM/MARGARET SARITA
Permukiman warga tempat buaya terlihat di kolong rumah, jadi perhatian warga setempat (kiri). Buaya yang kerap muncul hasil jepretan warga (kanan). 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Warga di RT 8, Gang Pelita, Jalan Dipenogoro, Sangatta Utara dalam beberapa hari terakhir dibuat gempar dengan kemunculan buaya muara berukuran besar yang sedang berjemur di sekitar permukiman.

Untuk menanggulangi permasalahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur (Kaltim) berencana membuat penangkaran buaya. Yakni upaya perbanyakan, melalui pengembangbiakan dan pembesaran tumbuhan dan satwa liar dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya.

BKSDA memberikan rekomendasi kepada Pemkab Kutim untuk dapat membuat penangkaran buaya. Harapannya, semua buaya liar dapat terakomodir dalam satu wadah.

Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang, mengatakan hal itu sudah menjadi rencana pemerintah. Namun dia mengaku saat ini pihak Pemkab melalui para pihak terkait masih berupaya mencari alternatif pilihan daerah mana yang layak dan bagus untuk dijadikan sebagai penangkaran.

“Nantinya penangkaran tersebut bisa dijadikan tempat untuk wisata dan sekaligus tempat edukasi. Kita memang harus punya, karena makin banyaknya perkembangbiakan buaya liar yang tidak terdeteksi. Tentunya hal tersebut dapat membahayakan masyarakat Kutim,” jelasnya.

Dia menyebut kemungkinan besar lokasi yang dipilih adalah di sekitar Bukit Pelangi. Tetapi sekarang pemerintah masih mencoba menentukan lahan kosong yang tidak mengganggu permukiman serta perkantoran.

Selain itu, bisa saja disepakati pilihan lainnya yakni kawasan di luar Bukit Pelangi, namun tidak jauh dari kota. Sehingga bisa menjadi tempat pariwisata, pendidikan dan hiburan masyarakat. Penangkaran buaya nantinya berorientasi pada penangkaran telur sampai buaya dewasa.

Untuk itu, kedepan apabila ada warga menemukan buaya di daerahnya, bisa langsung ditangkap dan ditampung di penangkaran buaya tersebut. "Kutim saat ini sangat membutuhkan keberadaan penangkaran buaya. Sebab tak sedikit buaya yang ditangkap warga, hanya dilepaskan begitu saja,” katanya.

Tidak hanya itu, alasan lain mengapa penangkaran buaya harus dibangun adalah karena sudah banyak warga yang menjadi korban keganasan makhluk reptil raksasa ini.

Penangkaran buaya diharapkan menjadi solusi agar kejadian serupa tidak tidak terjadi lagi. Wabup menganggap penakaran buaya merupakan potensi yang besar untuk wisata maupun untuk peningkatan perekonomian daerah. (advertorial/hms11)

Editor: Kholish Chered
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help