TribunKaltim/

Beri Kejutan Indah, Kapolres Kubar Rayakan Natal Bersama 26 Orang Tahanan

Kapolres Kutai Barat AKBP Pramuja Sigit Wahono merayakan Natal 2016 bersama 26 tahanan yang beragama Nasrani.

Beri Kejutan Indah, Kapolres Kubar Rayakan Natal Bersama 26 Orang Tahanan
HO/POLDA KALTIM
Kapolres Kutai Barat AKBP Pramuja Sigit Wahono merayakan Natal 2016 bersama 26 tahanan yang beragama Nasrani, Jumat (6/1/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Kejutan indah terjadi di ruang tahanan Polres Kutai Barat (Kubar), Jumat (6/1/2017).

Kapolres Kutai Barat AKBP Pramuja Sigit Wahono merayakan Natal 2016 bersama 26 tahanan yang beragama Nasrani.

Bersama pendeta, Kapolres Kubar masuk ke ruang tahanan dengan pengawalan ketat. Acara Natal bersama di ruang tahanan Polres Kutai Barat dimulai, diawali dengan doa yang dipimpin oleh pendeta dan pastor.

Selanjutnya, dalam momen Natal bersama tersebut, Kapolres Kubar memberikan sambutan dan motivasi kepada seluruh tahanan untuk bisa ikhlas dalam menjalani proses hukum.

Ia juga berharap agar seluruh tahanan bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari proses yang saat ini sedang dijalani.

"Saya berharap saudara-saudara bisa ikhlas menjalani proses hukum ini. Saya beranggapan saudara berada di tempat ini karena lupa dengan ajaran Tuhan, maka segeralah kembali kepada ajaran Tuhan. Percayalah bahwa ini bukan akhir dari segalanya. Damai Natal yang hadir di tengah kita semoga membawa harapan baru yang bisa kita raih. Segeralah bertobat, segeralah berubah" ungkapnya.

Senada dengan Kapolres, pendeta Amsal Sembiring yang memberikan ceramah kepada tahanan juga berpesan agar para Napi tidak bosan untuk selalu memperbaiki diri dan tidak berputus asa karena masuk penjara.

"Penjara bukan akhir dari segalanya. Manfaatkan waktu di dalam tahanan untuk banyak beribadah dan memperbaiki diri" tutur Sembiring.

Rangkaian kegiatan Natal bersama tersebut diakhiri dengan acara makan bersama di ruang tahanan.

Usai kegiatan tersebut, ketika ditanya mengapa orang nomor satu di Polres Kubar ini mau merayakan Natal di dalam tahanan, ia menjelaskan, dirinya hanya ingin memanusiakan manusia.

"Mereka kan saudara kita juga, saya ingin memanusiakan manusia. Meskipun statusnya tahanan, tapi merekakan tetap punya hak untuk merayakan Natal meski terbatas," pungkasnya. (*)

Penulis: Domu D.Ambarita
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help