Kebugaran

Berotot seperti Superhero, Inilah Idaman Tubuh Pria Masa Kini

Citra media yang tak realistis itu menyebabkan ketidakpuasan di antara pria, sebuah problem yang biasanya dialami wanita.

Berotot seperti Superhero, Inilah Idaman Tubuh Pria Masa Kini
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO -- Saat ini di Amerika Serikat terjadi pergeseran budaya dalam hal citra tubuh pria.

Pria "ideal" adalah yang berotot. Pria jadi kurang puas dengan dirinya dan konsekuensinya mengonsumsi obat berpotensi berbahaya.

"Jika kita lihat perubahan selama 30-45 tahun bagaimana pria digambarkan di Hollywood, kartun, majalah dan mainan aksi, kita mellihat tubuh pria saat ini tampak lebih berotot," kata Dr Harrison Pope, direktur Biological Psychiatry Laboratory di McLean Hospital Massachusetts.

Citra media yang tak realistis itu menyebabkan ketidakpuasan di antara pria, sebuah problem yang biasanya dialami wanita.

Sebuah studi tahun lalu menemukan pria Amerika seperti halnya wanita merasa tak puas dengan fisiknya. Sementara studi lain menemukan, remaja pria yang kurang puas dengan bentuk tubuhnya cenderung lebih banyak daripada wanita untuk mengkritik diri sendiri dan merasa tertekan.

Baca: Wow, Al Ghazali Pamer Tubuh Berotot, Meleleh Adek Lihat Otot Abang

Baca: Demi Wujudkan Mimpi Seperti Arnold Schwarzenegger, Pria Ini Sengaja Suntikan Minyak ke Ototnya

Studi-studi lain bahkan menemukan pria merasa lebih buruk pada tubuhnya sendiri setelah bermain video games.

"Ada kepercayaan bahwa otot itu sama dengan maskulinitas. Kita melihat semakin banyak pria muda mengalami dismorfia otot," kata Pope.

Konsekuensi dari hal seperti itu dapat berbahaya. Semakin banyak pria pergi ke gym dengan harapan mengubah dirinya menjadi pria berotot seperti the Rock.

Banyak yang menggunakan anabolic steroid untuk mendapatkan massa otot yang diasosiasikan dengan maskulinitas. Hampir 4 juta pria Amerika pernah mencoba memakai steroid dalam satu titik hidup mereka. Demikian menurut penemuan Pope.

"Terdapat mispersepsi luas bahwa penggunaan anabolic steroid adalah masalah kecurangan dalam olahraga. Faktanya, banyak pengguna steroid itu justru bukan atlet," kata Shalender Bhasin, peneliti kesehatan pria dari Brigham and Women's Hospital.

Halaman
12
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help