TribunKaltim/

Asyik, Tahun Ini, PDAM Targetkan Lagi 1.000 Sambungan Baru untuk MBR

Tidak tanggung-tanggung, Peraturan Daerah (Perda) Penyertaan Modal Pemkab Paser ke PDAM menggunakan pola multiyears atau berlaku selama tiga tahun

Asyik, Tahun Ini, PDAM Targetkan Lagi 1.000 Sambungan Baru untuk MBR
tribunkaltim.co/sarrassani
Satu dari seribu pelanggan air bersih PDAM Tirta Kandilo Kabupaten Paser yang mendapatkan sambungan baru dalam program MBR tahun 2016, Selasa (10/1/2017). 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Sarrassani

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER – Tahun 2017 ini, Pemkab Paser melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kandilo Kabupaten Paser ingin mengulang sukses di tahun 2016, yakni memasang 1.000 sambungan baru ke rumah-rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Karena masih banyak masyarakat Paser yang membutuhkan layanan air bersih, Pemkab dan DPRD Paser membuatkan payung hukum, sehingga bantuan pemerintah pusat terkait program MBR ini dapat digunakan PDAM untuk membiayai kegiatan peningkatan layanan dasar masyarakat.

Tidak tanggung-tanggung, Peraturan Daerah (Perda) Penyertaan Modal Pemkab Paser ke PDAM menggunakan pola multiyears atau berlaku selama tiga tahun, yakni 2017, 2018 dan 2019.

Jadi cukup dengan menetapkan satu Perda, sudah mencakup kegiatan tahun-tahun berikutnya.

“Perda penyertaan dengan pola multiyears sebesar Rp 9 miliar, setelah Perda ditetapkan secara bertahap  pemerintah pusat melalui Pemkab Paser mengucurkan anggaran penyertaan modal ke PDAM.

Baca: Tarif Layanan PDAM Naik di 2017? Ini Penjelasan Pemkot

Setiap tahun dikucurkan Rp 3 miliar untuk membiayai pemasangan 1.000 sambungan baru,” kata Plt Direktur PDAM Tirta Kandilo Paser Zamzami, Selasa (10/1/2017).

Untuk diketahui, Bupati Paser H Yusriansyah Syarkawie telah menyampaikan Raperda Penyertaan Modal kepada DPRD Paser di tanggal 5 Desember 2016.

Sedangkan Rapat Paripurna DPRD Paser untuk persetujuan penetapannya diagendakan tanggal 6 Desember 2017, namun agenda Rapat Paripurna terpaksa ditunda karena yang hadir kurang dari dua per tiga jumlah Anggota DPRD.

“Saya tidak tahu mengapa ditunda. Yang jelas, dana kegiatan ini bersumber dari APBN, Pemkab Paser adalah perpanjangan tangan pemerintah pusat.

Karena pemerintah tidak mungkin melaksanakan kegiatan usaha, maka kegiatannya dilakukan PDAM dan biayanya disalurkan dalam bentuk penanaman modal,” kata Zamzami menjelaskan. (*)

Penulis: Sarassani
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help